Mei 2018, Adhi Karya Terima Rp 1,5 T dari KAI untuk Proyek LRT

0
118
Pembangunan LRT Jakarta
Pembangunan LRT Jakarta
Jakarta, Nawacita – PT Adhi Karya (Persero) Tbk menunggu pembayaran kedua dari PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terkait pembangunan Light Rail Transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) untuk periode pengerjaan Oktober-Desember 2017.
Sebelumnya pada 8 Maret 2018 lalu, Adhi Karya telah menerima pembayaran pertama pengerjaan LRT Jabodebek Fase I hingga September 2017 dari KAI sebesar Rp 3,42 triliun. Sesuai rencana, pembayaran kedua itu dilakukan pada Mei 2018.
Menurut Direktur Operasi III Adhi Karya, Pundjung Setya Brata, pembayaran dilakukan setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit terhadap pengerjaan LRT Jabodebek pada periode Oktober-Desember 2017.
“Bulan depan (rencana pembayaran dilakukan) itu Rp 1,5 triliun untuk progres pengerjaan Oktober-Desember 2017,” katanya saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (2/4).
Sesuai addendum perjanjian proyek percepatan LRT Jabodebek, KAI dan Adhi Karya ditunjuk oleh pemerintah sebagai investor. Dalam proyek ini, KAI membayar ke Adhi Karya setiap tiga bulan sekali sesuai progres pengerjaan LRT Jabodebek.
“Total investasi kan Rp 22,8 triliun. Pendanaannya kan dari PMN (Penyertaan Modal Negara) ke Adhi Karya, KAI, dan pinjaman perbankan,” ucap Pundjung.
Hingga hari ini, menurut Pundjung, progres pengerjaan LRT Jabodebek telah mencapai 35,20%. Sementara untuk depo kereta ringan di DKI Jakarta dan Bekasi Timur telah memasuki tahap pengukuran tanah yang ditargetkan selesai Juni 2018.
“Sekarang tahapan pembebasan tanah, sudah pengukuran. Ini posisinya dari 205 bidang tanah, yang sudah terukur 104. Kita harapkan Juni 2018 sudah selesai semua dong,” paparnya.
kumparan

LEAVE A REPLY