Masuk Tahun Politik, Ansor dan KNPI Ajak Jaga Suasana Aman

0
96
dok NU
Nawacita.co – Menghadapi tahun politik, banyak hal yang harus diperhatikan. Komitmen untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan hendaknya menjadi prinsip utama yang mesti dipegang seluruh elemen bangsa.
Hal tersebut mengemuka pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi terfokus yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Puri 56, Selasa (12/3).
FGD yang mengusung tema Intoleransi dalam Kompetisi Politik Kuasa melahirkan kesepakatan sikap bersama untuk tetap menjaga toleransi di tahun politik.
.
Ketua PW GP Ansor Kepulauan Bangka Belitung, Masmuni menegaskan bahwa selama diskusi, mengemuka berbagai hal yang harus disikapi bersama. “Hal tersebut dalam rangka ikut menjaga kedamaian, kenyamanan, keharmonisan, kerukunan, dan sehatnya stabilitas sosial keserumpunan, kebangsaan serta keindonesiaan,” katanya..
Di antara sikap bersama yang dihasilkan dari diskusi tersebut adalah, pertama, mengimbau kepada segenap elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan kecermatan, kejelian, rasionalitas, dan kedewasaan dalam menempatkan kompetisi  di setiap kabupaten maupun kota.
“Kedua, kepada segenap elemen masyarakat Pangkalpinang dan Bangka Belitung untuk senantiasa menjunjung tinggi spirit dan nilai-nilai persaudaraan, kekeluargaan dan keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara,” tegas Masmuni yang didaulat membacakan kesepakatan.
Selain itu Masmuni menjelaskan seluruh elemen masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadi bagian langsung dari kompetisi politik kabupaten/kota, untuk tidak menonjolkan sentimentalitas berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan atau SARA.
“Sehingga kebersamaan dan stabilitas sosial tetap menjadi modal dan aset bersama atasnama kebangsaan dan keindonesiaan,” tandasnya.
Sedangkan poin keempat meminta kepada seluruh masyarakat dan atau elemen yang menjadi bagian langsung dari masing-masing peserta pemilihan kepala daerah untuk tidak menjadikan rumah ibadah sebagai ruang kampanye politik.
“Karena tempat ibadah adalah suci,” ungkapnya.  Sehingga masing-masing kontestan jangan menjadikan rumah inadah dari gelora politik duniawi.
Sedangkan kelima, meminta pihak kepolisian dan penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum Daerah serta badan pengawas pemilu yakni Bawaslu untuk menyiapkan langkah strategis akan hal tersebut. “Itu dilakukan tidak lain demi terciptanya kedamaian, kenyamanan, keharmonisan, dan kelancaran pesta demokrasi yang jujur, adil, bermartabat, dan tidak dihantui sentimentalitas SARA,” tegas Masmuni.
Sekretaris FGD Dian Andrian menegaskan deklarasi untuk tetap menjaga toleransi di tahun politik merupakan komitmen bersama agar tetap menjaga kondisi yang kondusif.
NU

LEAVE A REPLY