Maju Pilpres, Pengamat Ibaratkan Jokowi Sudah Pakai ‘Sepatu Baru’

0
48
Presiden Joko Widodo Saat mengendarai Sepeda Motor Chopperland Bersama Rombongan
Presiden Joko Widodo Saat mengendarai Sepeda Motor Chopperland Bersama Rombongan

Jakarta, Nawacita – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Bunda Mulia Jakarta, Silvanus Alvin mengibaratkan Joko Widodo sudah memakai ‘sepatu baru’ dalam proses maju pada Pilpres 2019.

“Jokowi sudah mengenakan ‘sepatu barunya’ yang menarik perhatian anak muda. Sementara Prabowo masih di belakang garis start dan ia terlihat mengenakan ‘sepatunya yang usang’,” ujar Alvin di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Menurut analisis Alvin, Jokowi sudah mulai berusaha menarik perhatian dan hati para pemilih pemula, berusaha masuk dengan mengikuti apa saja yang sedang tren di kalangan anak muda.

“Contohnya saat sedang viral terkait film Dilan, Jokowi masuk di situ, dan menonton bersama putrinya, Kahiyang. Belum selesai sampai di situ, masih viral pula berita Jokowi mengendarai motor Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper. Dari motor hingga jaket denim yang digunakan pun menarik perhatian masyarakat,” kata lulusan program mMaster dari Universitas Leicester Inggris itu.

Sepengetahuan Alvin sampai sekarnag belum ada kandidat yang mencoba langsung masuk ke kalangan anak muda sebagaimana Jokowi.

“Saat Jokowi sedang jalan santai, terekam di media bahwa ia sedang memakai sneakers Adidas Yeezy. Kultur dari sneakers ini sedang naik daun di kalangan muda,” kata dia.

Alvin mengamati adanya penerapan strategi untuk membingkai Jokowi sebagai politisi sekaligus selebritas politik. Istilah tersebut, menurut Alvin, memang melekat pada Jokowi sehingga apa pun yang dia lakukan selalu diberitakan.

“Jokowi atau mungkin penasihat politiknya, paham betul gimmick-gimmick seperti nonton Dilan, naik motor, atau memakai sneakers, memiliki makna bagi kaum muda dan menarik untuk dikonsumsi di sosial media. Apalagi, status Jokowi sebagai celebrity politician menambah daya tarik tersendiri,” kata dia.

Beberapa riset yang sudah dipublikasikan jurnal internasional, dia menjelaskan, menunjukkan bahwa pemilih pemula mencari informasi politik dari sosial media, bukan dari portal berita arus utama. Kalau pun membaca media massa, mereka mengaksesnya melalui platform media sosial seperti Facebook atau Instagram.

Interaksi dengan media yang seperti itu, menurut dia, bisa dikategorikan sebagai interaksi para-sosial. Dalam interaksi ini terjadi komunikasi satu arah, yakni dari Jokowi sebagai politisi selebritas, ke pemilih pemula sehingga para pemilih pemula merasa ada intimasi yang terbangun.

“Saya lihat langkah Jokowi itu satu langkah di depan. Apalagi belum ada rival politiknya. Memang belum ada yang deklarasi secara pasti untuk jadi capres 2019, namun, nama Prabowo Subianto santer terdengar dan tampaknya mantan Danjen Kopassus itu akan kembali jadi capres,” ujarnya.

trpngsnyn

LEAVE A REPLY