Laba Standard Chartered Indonesia Meroket 214 Persen

0
37
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – Standard Chartered Bank Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 341 miliar pada kuartal I-2018. Angka tersebut meningkat sebesar 214 persen dibandingkan periode yang sama tahun Ialu. Kenaikan laba tersebut diraih berkat transformasi yang dilakukan perusahaan di 2017.

“Pelaksanaan strategi sejak awal tahun ini menghasilkan perbaikan signifikan dari kinerja keuangan bank dibanding kuartal I-2018,” kata Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro dalam acara paparan kinerja di kantornya, Senin (14/5/2018).

Hal ini, kata dia juga ditopang dengan menguatnya fundamental ekonomi nasional, serta memanfaatkan keahlian dan jaringan internasional bank. Melihat hasil yang baik tersebut, perusahaan optimistis bisa mencapai target di tahun ini.

Rino lebih jauh mengungkapkan, total pendapatan bunga bersih perusahaan meningkat 9 persen, di mana sebagian besar merupakan kontribusi dari produk transaction banking dan bisnis wealth management yang masing- masing tumbuh sebesar 32 persen dan 16 persen dibanding periode yang sama 2017.

“Beban operasional menurun hingga 6 persen. Hal ini menunjukkan hasil nyata dari usaha efisiensi yang dilakukan bank. Penting sekali bagi bank untuk tetap menjaga kondisi ini, dan terus melestarikan budaya efisiensi biaya di bank kita secara konsisten mendorong pemikiran smart spending,” ujarnya.

Sementara itu, total aset Standard Chartered Bank Indonesia di kuartal I ini telah meningkat sebesar 4 persen yoy dengan kualitas aset yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan kredit bermasalah atau (Non Performing Loan/NPL) gross yang lebih rendah, yaitu sebesar 3,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 5,8 persen.

“Meskipun beban kerugian penurunan nilai seringkali paling rendah di kuartal I, namun ini menunjukkan perkembangan yang baik dan tetap menjadi pengingat untuk terus berupaya menurunkan tingkat gross kredit macet kita di sepanjang 2018 dengan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian,” terang Rino.

Rasio profitabilitas Standard Chartered pada kuartal I ini tercatat perolehan Return on Asets (ROA) sebesar 3,16 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 16,35 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) bank tumbuh sebesar 12 persen di mana porsi sebesar 72 persen dari DPK perusahaan berupa giro dan tabungan (rasio dana murah/CASA). Modal dan likuiditas tetap menguat dan dipertahankan di atas peraturan pemerintah, di mana Rasio Kecukupan Modal atau CAR tercatat sebesar 19,5 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat pada 72,3 persen di kuartal I-2018

Dalam kesempatan serupa, Chief Financial Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Anwar Harsono menambahkan bahwa Cost to Income Ratio (CIR) bank membaik dari 65,3 persen menjadi 56,6 persen.

“Hal lni seiring dengan penurunan biaya sebesar Rp 33 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Selain itu dipengaruhi juga dengan kenaikan pendapatan berbasis komisi bersih (net fee based income) sebesar Rp 83 miliar atau meningkat sebesar 24 persen dibanding periode yang sama 2017. Sementara itu, permodalan bank tetap terjaga sehat di kisaran level 19 persen,” pungkas Anwar.

merdeka

 

 

 

LEAVE A REPLY