KPK Periksa Wali Kota Mojokerto Sebagai Tersangka Suap

0
34
Juru Bica KPK Febri Diansyah
Juru Bica KPK Febri Diansyah

Jakarta, Nawacita – Tim penyidik Komisi Pem‎berantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus, pada hari ini. Mas’ud diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan pengalihan anggaran pada Dinas PUPR Mojokerto tahun 2017.

“Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (9/5/2018).

Selain Mas’ud, penyidik juga memanggil anggota DPRD Kota Mojokerto fraksi PDI-P, Suliyat, sebagai saksi untuk penyidikan tersangka Mas’ud Yunus. Namun, belum diketahui kehadiran Suliyat dalam pemeriksaan hari ini.

Mas’ud sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengalihan anggaran pada Dinas PUPR Kota Mojokerto, tahun 2017. Namun, hingga kini KPK belum melakukan penahanan terhadap Politikus PDI-P itu.

Masud diduga secara bersama dengan Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Wiwiet Febryanto memberikan sejumlah uang kepada anggota DPRD Mojokerto. Pemberian uang yang diduga suap itu untuk mengalihkan anggaran dari Hibah Politekhnik Elektronik Negeri Surabaya menjada anggaran Dinas PUPR Mojokerto.

‎Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 junctopasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan suap pemulusan pengalihan anggaran hibah PENS (Politeknik Elektronik Negeri Surabaya) menjadi anggaran Program Penataan Lingkungan pada Dinas PUPR Mojokerto, tahun anggaran 2017.

Empat orang tersangka tersebut yakni, ‎Ketua DPRD Kota Mojokerto asal PDIP, Purnomo‎, serta dua wakilnya, Umar Faruq dan Abdullah Fanani. Sementara satu tersangka lainnya yakni, Kadis PU Mojokerto, Wiwiet Febryanto.

oke

 

 

LEAVE A REPLY