Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi

0
56
Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Nawacita.co – Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan makna kearifan lokal yang dipahami oleh pihak-pihak yang menyindir gaya berpakaian Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dia mempertanyakan, mengapa pihak-pihak yang menyindir AHY tidak bersuara ketika Presiden Joko Widodo mengendarai sepeda motor jenis Chopper dan mengenakan jaket berbahan jins serta sepatu jenis sneakers. 

Ferdinand juga mempertanyakan, apakah barang-barang yang pernah digunakan atau dipakai Jokowi itu masuk dalam kategori kearifan lokal.

Pertanyaannya ke mana mereka ketika Jokowi beli Chooper yang katanya ekonomi kreatif? Kearifan lokal mana Chooper? Atau di mana mereka ketika Jokowi pakai jaket jins naik Chooper atau pakai sepatu sneakers?” kata Ferdinand,Kamis (14/6).

Presiden Jokowi mengendarai sepeda motor menuju Pelabuhan Ratu
Presiden Jokowi mengendarai sepeda motor menuju Pelabuhan Ratu

Chooper Royald Enfield 350 cc, adalah kendaraan yang dipakai Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat pada April lalu. Saat itu dia meninjau program padat karya tunai sekaligus mengenalkan kawasan wisata Pelabuhan Ratu.

Sebelumnya, Jokowi memutuskan membeli sebuah sepeda motor custom bergaya chopperland.

Roda dua berwarna emas yang dibeli Jokowi seharga Rp140 juta itu merupakan hasil kolaborasi rumah modifikasi Kick Ass Chopper dan Elders Garage.

Pemilik Elders Garage Anka menjelaskan, bahwa basis chopper kepunyaan Jokowi adalah Royal Enfield Bullet 350 produksi 2016 dirakit di India yang datang ke Indonesia dalam bentuk utuh (completely built up/CBU).

Ketika mendapat sentuhan modifikasi dari tangan-tangan anak bangsa, konten lokal sepeda motor custom itu mencapai 75 persen. Sementara bagian mesin masih bawaan pabrikan Royal Enfield dan suspensi depan produk aftermarket.

Pernyataan Ferdinand sendiri menanggapi warganet yang ramai membicarakan sebuah poster yang beredar di media sosial Twitter.

Poster itu menampilkan wajah AHY dengan tulisan ‘Pemimpin Milenial Harus Pahami Potensi Sektor Ekonomi Kreatif & Menghargai Kearifan Lokal’ beserta tagar #JanganDiam dan #DoSomething.

AHY tampak memakai peci hitam, kemeja biru, celana abu-abu dengan sabuk hitam berkopel LV. ‘LV’ dikenal sebagai singkatan dari Louis Vuitton, yang merupakan merek asal Perancis. Logo ‘Demokrat S14p’ dan ‘AHY For All’ pun terpajang dalam poster tersebut.

Menurut Ferdinand kearifan lokal tidak harus selalu dimaknai dengan menggunakan barang-barang buatan dalam negeri.

Kearifan lokal, lanjutnya adalah segala potensi yang dimiliki suatu daerah yang harus digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat setempat atau penduduk lokal.

Nawacita.co- 6

“Kearifan lokal harus dijadikan sumbu utama ekonomi kreatif untuk meningkatkan ekonomi setempat,” ucap Ferdinand.

Menurutnya, kampanye kearifan lokal yang disampaikan AHY terletak pada pokok pikiran agar dipahami dan menjadi sebuah kebijakan.

Dia mengatakan, kritik pada hal-hal yang tidak substantif tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Menurutnya, kritik seharus dilayangkan terhadap gagasan, bukan gaya berpakaian seseorang.

“Jangan terlalu lebay mengkritik yang tidak substantif atau mengkritik pribadi seseorang. Kalau mau kritik, kritik saja gagasannya, adu debat, bukan ngomongin sabuk dan baju,” tuturnya.

cnn

LEAVE A REPLY