Konsumsi BBM Diperkirakan Lebih Tinggi Dari Tahun Lalu

0
47
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi harian bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (gasoline) bakal naik hingga 15,17 persen menjadi 103.777 kiloliter (kl) selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, seiring bertambahnya pemudik menggunakan kendaraan pribadi. Kenaikannya diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan Lebaran tahun lalu.

Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, perseroan menambah stok bensin hingga cukup untuk 27 hari. Menurut Direktur Supply Chain, Logistik, dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo, guna menambah pasokan ini, pihaknya sudah mulai menambah impor BBM sejak tiga bulan lalu, dengan volume yang disesuaikan peningkatan permintaan. BBM yang diimpor yakni jenis bensin lantaran produksi dalam negeri di bawah kebutuhan. “Sedangkan untuk solar cukup dipenuhi kilang dalam negeri,” ujar kata Gandhi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/5).

Namun, dia enggan mengungkapkan berapa besar impor BBM yang dilakukan perseroan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Dia hanya menekankan, perseroan bakal memenuhi semua kebutuhan BBM. Alokasi kebutuhan akan dimajukan untuk kebutuhan mudik dan arus balik. “Jadi, Pertamina sudah menggunakan alokasi impor BBM sejak tiga bulan lalu untuk persiapan Idul Fitri 2018. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak. Selain itu, impor sejak jauh-jauh hari dilakukan demi memastikan pasokan bensin tetap aman,” ujar Gandhi.

Sementara untuk gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG), pengadaan impor juga sudah dilakukan sebanyak satu sampai dua kargo saja. Hal ini sebagai tahapan pengamanan kebutuhan selama Lebaran. Menurut Vice President Gas Domestic Pertamina Kusnendar, biasanya perseroan mengimpor LPG sekitar 9-10 kargo per bulannya. “Untuk ini (Lebaran) menambah 1-2 kargo di mana satu kargo volumenya 44.000  metrik ton,” tambah dia.

Gandhi menjelaskan, konsumsi bensin selama Ramadan dan lebaran tahun ini diprediksi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pasalnya, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diperkirakan bertambah menyusul rampungnya sejumlah ruas tol yang menghubungkan seluruh Pulau Jawa.

Berdasarkan data Pertamina, jumlah pemudik roda dua tahun ini diperkirakan mencapai 7,67 juta, naik dibanding tahun lalu yang sebanyak 6,8 juta. Sedangkan jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diprediksi mencapai 3,46 juta, naik dari 2017 yang tercatat 3,1 juta. Peningkatan konsumsi bensin pada Ramadan dan lebaran tahun ini juga diprediksi menjadi 15,17 persen, lebih tinggi dari tahun lalu 9,11 persen. “Pertamina mengantisipasi jauh-jauh hari, kami perpanjang masa kerja Satgas Idul Fitri, dari biasanya dua pekan sebelum dan sesudah Lebaran menjadi tiga pekan sebelum dan sesudah Lebaran,” kata Gandhi.

Mengacu pada data Pertamina, kenaikan konsumsi bensin untuk Ramadan dan Lebaran tahun ini mulai terjadi pada H-10 dan kembali turun pada tiga hari berikutnya. Selanjutnya, pada H-6 atau 9 Juni, konsumsi bensin diprediksi akan mencapai puncak tertinggi yakni sebesar 119.147 kiloliter (kl), naik 32 persen dibanding konsumsi normal harian 90.110 kl. Kemudian, konsumsi akan berkurang pada Hari Raya Idulfitri dan kembali melonjak pada 13 Juni menjadi 115.822 kl.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menambahkan, konsumsi gasoline rata-rata naik 15 persen dari kondisi normal, tadinya 90.110 Kl menjadi 103.777 kl. Sebaliknya, konsumsi BBM jenis solar justru turun. Pada kondisi normal, konsumsi solar per hari biasanya sebesar 38.339 kl, angka ini akan turun 12,91 persen menjadi 33.389 kl selama Ramadan dan Lebaran. “Tetapi solar akan ada peningkatan itu (konsumsi) di H-6, bisa sampai 35 persen. H-6 ini batas akhir angkutan lebaran (beroperasi). Pada H-6 ini konsumsi solar diprediksi mencapai 52.447 kl,” ujar Basuki.

Gandhi menambahkan, khusus untuk premium, konsumsinya diprediksi naik 17 persen. Hitungan ini sudah mempertimbangkan kenaikan konsumsi premium yang terjadi pada Maret-April lalu sebesar 10 persen. Pada Maret lalu konsumsi premium tercatat sebesar 23.000 kl per hari, sementara selama Ramadan dan Lebaran diproyeksikan menjadi 27.000 kl per hari.
Selain itu, perseroan juga memprediksi kenaikan konsumsi avtur, yakni dari normalnya 15.606 kl akan naik 5 persen menjadi 16.333 kl. Selanjutnya, konsumsi gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) naik sekitar 17 persen dari rata-rata harian 23.124 metrik ton menjadi 27.000 metrik ton.

joss

LEAVE A REPLY