KLHK Tangkap Pelaku Pembantaian Beruang Madu

0
72
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pekanbaru, Nawacita – Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah II Sumatera di Pekanbaru menahan 4 pelaku pembantaian empat ekor beruang madu. Mereka ditahan di Pekanbaru.

“Sebenarnya penanganan kasus ini kita bersama-sama dengan pihak Polres Inhil. Kita juga sama-sama melakukan penangkapan terhadap empat pelaku. Jadi bukan diserahkan ke kita, tapi memang kita yang menanganinya. Intinya kita bersama-sama. Empat pelaku saat ini masih kita tahan,” kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera, Eduward Hutapea saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2018).

Menurut Eduward, dari sejumlah barang bukti yang diamankan dari para pelaku, hal itu sudah menunjukan bukti kuat adanya pembantaian empat ekor beruang madu. Bukti-bukti yang disita, di antaranya, daging, tulang bagian kaki, kuku serta kulit beruang. Barang bukti tersebut menjadi indikasi kuat para pelaku dengan sengaja membunuh beruang.

“Berdasarkan bukti-bukti tersebut, ini sangat kuat sekali para pelaku dengan sengaja membunuh beruang madu tersebut,” kata Eduward.

Karenanya, pihak Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera tetap akan melanjutkan kasus ini hingga ke persidangan.

“Ini kasus tetap lanjut, bukti sudah kuat. Mereka tetap kita tahan dalam kasus ini,” kata Eduward.

 

Sebagaimana diketahui, para pelaku adalah, Jukipli Pasaribu, Gantisori Sihombing, Junus Sinaga, Fransiskus Butarbutar. Mereka merupakan warga Kec Tempuling Kab Inhil.

Ke empat pelaku ini awalnya memasang 50 jerat dari benang nilon untuk babi. Tapi rupanya jeratan yang mereka pasang yang tertangkap empat ekor beruang.

Mengetahui ada beruang yang terjerat, mereka bukannya melepaskannya atau melapor ke pihak terkait. Justru satwa liar itu mereka bantai ramai-ramai dengan cara ditombak, dipukuli dengan kayu dan ditembak dengan senapan angin. Usai dibunuh, beruang madu ini mereka kuliti dan dagingnya dibagi-bagi. Sebagian dagingnya mereka masak dan disantap bersama. Kejam!

dtk

LEAVE A REPLY