Ketua MUI KH Ma’aruf Amin: Lembaga Keumatan Jangan Dijadikan Alat Partai Politik

0
28
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'aruf Amin
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'aruf Amin

Jakarta, Nawacita Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’aruf Amin, menentang masjid dan komponen keumatan dijadikan alat politik praktis. Politisisasi agama di tahun politik ini, menurutnya, mengancam keutuhan bangsa.

Ma’ruf meminta umat tidak diatur-atur untuk menentukan pilihan politiknya.

“Silahkan pilih pemimpin sesuai dengan keinginannya hati nuraninya tapi perbedaan pilihan itu kemudian tidak menimbulkan permusuhan karena itu kita menjaga bersama penguatan ukhuwahnya,” kata Maaruf di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

Ma’aruf mengecam lembaga umat dijadikan sebagai alat untuk memenuhi hasrat politik partai. Ia mengatakan, partai harus menggunakan wadah lain untuk berkampanye.

“Jangan gunakan lembaga keumatan keagamaan untuk dijadikan semacam untuk mengembangkan kepentingan politik jangka pendek, jangan dijadikan alat partai,” tegasnya.

Ma’ruf menambahkan, masjid atau pengajian bisa dipakai sebagai tempat mengajarkan politik santun untuk kepentingan kebangsaan. Bukan menggunakan masjid sebagai tempat partai politik menyetir pilihan umat.

“Yang tidak boleh politik kepartaian menggunakan tempat umum, tempat keagamaan, pendidikan,” tandasnya.

Kembali Mencuat

Sebelumnya, isu politisisasi masjid kembali terangkat ke publik. Gara-garanya pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Amien, dalam tasyakuran di Balai Kota beberapa waktu silam, mengatakan bahwa masjid maupun pengajian harus disusupi isu politik, mengingat tengah menghadapi momentum pesta demokrasi.

mrdk

 

 

LEAVE A REPLY