Kementan dan Universitas Brawijaya Jalin Kerjasama Penelitian Jagung dan Pupuk

0
74
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, kiri
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, kiri

Nawacita – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman serius menerapkan hasil penelitian guna pengembangan pertanian di Indonesia. Keseriusan itu ditunjukkan dengan komitmen pengaplikasian hasil penelitian dua dosen Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang.

Hasil penelitian berupa jagung merah dan pupuk. Jagung merah hasil penelitian itu diklaim banyak manfaatnya untuk kesehatan (pangan fungsional) karena mengandung antosianin. Sementara untuk pupuk, diklaim sudah teruji meningkatkan produksi padi hingga 30 sampai 50 persen.

“Saya minta hasil penelitian pertanian ini langsung diterapkan. Kementan akan siapkan anggarannya,” kata Amran di sela kegiatan kuliah tamu bertema ‘Membangun Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan di Era Industri 4.0’, di Gedung Windyaloka, Universitas Brawijaya (Unibraw) pada Jumat (25/5/2018).

Mentan langsung meminta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur untuk memfasilitasi penerapannya dalam skala yang lebih besar. Untuk jagung merah, peneliti menyanggupi untuk penerapan di 100 hektare. Lalu untuk pupuk hasil penelitian akan diterapkan di 200 hektare.

“Kita beli pupuk ini, untuk diterapkan di 200 hektare. Kalau terbukti naik 50 persen, kita beli untuk 1.000 bahkan 2.000 hektare,” ujar Amran di hadapan ribuan mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian, Unibraw.

Sebagai pemegang empat paten bidang pertanian, Amran mengerti betul sulitnya menjadi peneliti, di mana seringkali bekerja keras yang tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima. Untuk itu, sejumlah terobosan sudah dikeluarkan Menteri Amran untuk mendorong penelitian, di antaranya, menerapkan sistem online dan memberikan insentif kepada peneliti.

“Dulu prosesnya bisa tiga tahun, sekarang sudah online untuk menghemat biaya dan waktu. Peneliti juga bisa memasukkan produknya lewat e-catalog, kita berikan royaltinya. Bahkan ada yang sudah menghasilkan hingga Rp6 miliar rupiah,” papar Amran.

Ke depan, dirinya berharap ada kerjasama permanen antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian di daerah dengan universitas agar penelitian benar-benar aplikatif dan bermanfaat untuk pembangunan bidang pertanian Indonesia.

oke

LEAVE A REPLY