Jokowi Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Teroris di Indonesia

0
50
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa negara tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun bagi terorisme di Indonesia.
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa negara tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun bagi terorisme di Indonesia.

Nawacita – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa negara tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun bagi terorisme di Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden ketika memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

“Saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun pada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara,” tegas Presiden yang akrab disapa Jokowi itu.

Dalam pernyataannya itu, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya telah menerima laporan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wakapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara terkait dengan kondisi terkini di Markas Komando Brimob (Mako Brimob), Depok, Jawa Barat. Saat ini, situasi di sana telah mampu dikendalikan dan dipulihkan.

“Alhamdulillah, narapidana terorisme semuanya sudah menyerahkan diri kepada aparat keamanan. Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam menyelesaikan peristiwa ini,” ucapnya.

Di penghujung pernyataan, Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam atas gugurnya lima anggota kepolisian saat menjalankan tugas negara. Ia telah menginstruksikan kepada Polri untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa atas gugurnya lima anggota itu.

“Atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya lima anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas dari negara. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi duka ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada kasus ini telah memakan enam korban jiwa. Di mana lima diantaranya adalah anggota kepolisia, dan satu teroris akibat baku tembak.

joss

LEAVE A REPLY