Jokowi Minta Penggunaan Biodiesel Ditingkatkan

0
55
Biodiesel
Biodiesel

Nawacita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat terhadap rupiah. Salah satu kebijakan yang akan diambil adalah mengembangkan barang-barang substitusi impor. Dengan begitu, impor barang-barang yang menguras devisa dapat dikurangi.

Misalnya untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM), Jokowi meminta agar penggunaan biodiesel kelapa sawit untuk campuran BBM ditingkatkan. Program mandatori biodiesel 20% (B20) yang sekarang sudah dijalankan bakal ditingkatkan hingga 30% (B30).

Terkait hal ini, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, program B30 sebenarnya direncanakan baru akan dijalankan pada 2020. Namun sesuai arahan dari Jokowi, pihaknya berupaya mempercepat penerapan B30.

“Permen (Peraturan Menteri) yang ada menyatakan B30 direncanakan dimulai 2020. Mempertimbangkan situasi ekonomi sekarang, Presiden meminta agar kita mengkaji penggunaan B30 segera. Terjemahan kami penerapan B30 agar bisa dipercepat,” kata Rida, Selasa (10/7).

Ia menjelaskan, industri biodiesel di dalam negeri sudah mampu memasok kebutuhan untuk program B30. Namun, dari sisi pengguna, belum semua kendaraan siap untuk menggunakan campuran biodiesel hingga 30%.

“Soal kesiapan, menurut saya tentu tidak lepas dari supply – demand. Dari sisi supply, kapasitas produksi biodiesel kita sampai saat ini masih cukup untuk B30. Tantangannya adalah kesiapan sektor penggunanya, dan itu yang menurut saya akan jadi fokus kajian yang dimaksud Presiden,” ucapnya.

Misalnya alat berat industri pertambangan, tahun ini baru mulai menggunakan campuran biodiesel 15% (B15). Untuk kereta api, penggunaan biodiesel sebanyak 5% (B5) sedang diuji coba.

Kemudian untuk Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), mandatori penggunaan biodiesel belum dapat dijalankan karena harus ada penyesuaian komponen mesin pada Alutsista.

Meski demikian, Rida menerangkan, beberapa sektor sudah menerapkan B30, misalnya pembangkit listrik.

“Sebagai informasi tambahan, sektor pembangkit listrik telah banyak menggunakan B30. Sektor tambang tengah berjalan diskusinya, dan saya kira mereka juga siap. Sektor industri lain, akan segera kita bahas bersama dengan kementerian terkait di bawah koordinasi kantor Menko,” tutupnya.

kmp

 

LEAVE A REPLY