Jelang Pemilu 2019, Bambang Soesatyo Minta Elite Politik Tidak Memprovokasi Pendukung

0
28
Ketua DPR Bambang Soesatyo
Ketua DPR Bambang Soesatyo

Nawacita – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta para elite politik mengedepankan kepentingan bangsa dan negara menjelang pemilu 2019. Pria yang biasa disapa Bamsoet mengharapkan para elite politik tidak boleh memprovokasi para pendukung untuk menciptakan kegaduhan.

“Para elite politik harus kedepankan kepentingan bangsa dan negara. Jangan mementingkan ego pribadi maupun kelompoknya semata,” ujar Bamsoet di Kantor Indikator Politik, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta, Kamis (3/5).

Menurut dia, elite politik harus memberikan pencerahan sehingga potensi geseken antar pendukung bisa dielakan. Elite, kata dia tidak boleh memanas-manasi pendukung melalui hate speech maupun penyebaran berita hoax.

“Mari bersama-sama memberikan pencerahan kepada khalayak umum. Bukan malah aktif menjadi agen penyebar kebencian,” tandas dia.

Pemilu, kata Bamsoet merupakan momentum membangun Indonesia terus ke arah yang lebih baik. Pemilu adalah hajatan untuk memilih pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan dan kemakmuran kepada rakyat.

“Jangan sampai Pemilu 2019 malah menciptakan jurang permusuhan antar anak bangsa. Sejatinya, Pemilu adalah hajatan kita bersama, sebagai upaya memilih nakhoda yang akan membawa kapal besar Indonesia menuju kemakmuran dan kesejahteraan,” tutur dia.

Dia mengakui bahwa dalam pemilu memang ada persaingan. Namun, kata dia, persaingan bukan berarti saling menjatuhkan dan sikut menyikut sesama saudara. Persaingan harus dihadapi dengan kedewasaan berpolitik.

“Saya percaya, dengan kedewasaan politik kita tidak akan mencederai Pemilu 2019 dengan berbagai hal tak terpuji. Persaingan sengit, bukan berarti kita bisa bebas saling sikut satu sama lain,” kata dia.

Lebih lanjut, Bamsoet mengungkapkan akan banyak tantangan dan dinamika yang dihadapi pada Pemilu 2019. Penyelenggaraan Pileg dan Pilpres yang dilakukan secara bersamaan akan membuat koalisi partai politik dibangun sejak awal.

“Kita harapkan koalisi bukan lagi dibangun karena pragmatisme politik semata, melainkan karena adanya kesadaran dan kesamaan pandangan dalam melihat kemana arah masa depan Indonesia,” ujar dia.

Terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu, dia minta agar bisa mengantisipasi sejak dini berbagai permasalahan teknis yang mungkin saja terjadi. Sehingga bisa memperlancar tahapan Pemilu, dan meminimalkan sakwasangka dari berbagai pihak yang ingin memanfaatkan kesalahan KPU untuk kepentingan politis.

“Hal yang paling penting terjadi adalah keterlambatan distribusi logistik. Kami di DPR sudah meminta KPU mengantisipasi sejak dini. Harus ada langkah antisipatif dan perencanaan yang detail agar jangan sampai kejadian seperti ini berulang kembali,” pungkas dia.

joss

LEAVE A REPLY