BRI dan Bank Mandiri Siap Relaksasi Pinjaman

0
381
Ilustrasi UMKM.
Ilustrasi UMKM.

JAKARTA, Nawacita – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri Tbk siap melakukan relaksasi terhadap pinjaman nasabah usaha mikro kecil menengah (UMKM). Corporate Secretary BRI Amam Sukriyanto mengatakan, kondisi saat ini turut memberi tekanan kepada sektor UMKM yang kegiatan usahanya mayoritas masih menggunakan pola konvensional/interaksi jual beli tatap muka.

Mengantisipasi kondisi tersebut, BRI telah melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka memetakan sektor-sektor ekonomi dan daerah yang terdampak dari penyebaran Covid-19. “BRI juga melaksanakan serangkaian skenario mulai stress test hingga melakukan selektif ekspansi untuk meningkatkan risk awareness jajaran bisnis,” kata Amam di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, lanjut dia, BRI menyambut baik kebijakan relaksasi stimulus perekonomian yang dikeluarkan oleh OJK. Sebagai tindak lanjut, BRI sudah menyiapkan beberapa mekanisme khusus, seperti relaksasi restrukturisasi dan relaksasi kebijakan kredit terdampak wabah Covid-19.
Baca Juga: OJK: Nasabah Bisa Tunda Bayar Cicilan Terkait Dampak Covid-19

Menurut dia, langkah ini merupakan upaya preventif BRI untuk mengurangi dampak terhadap kinerja debitur yang diperkirakan akan menurun akibat Covid-19 sehingga meningkatkan risiko kredit yang berpotensi mengganggu kinerja perbankan. Selain itu, pendampingan kepada nasabah UMKM akan terus dilakukan sebagai upaya menjaga kelangsungan usaha. “Beberapa jurus yang dilakukan meliputi relaksasi pinjaman berupa rescheduling pembayaran angsuran,” ungkap Amam.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, perseroan akan mendukung sektor UMKM di tengah krisis dampak penyebaran Covid-19. Bank Mandiri akan menerapkan kebijakan khusus berupa relaksasi dalam pembayaran angsuran maupun perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi pelaku UMKM yang terdampak Corona, termasuk penyesuaian suku bunga.

Menurut dia, penerapan kebijakan ini akan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank dan mengacu pada kebijakan OJK mengenai Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona. Bank Mandiri sendiri memiliki portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp 103 triliun pada Februari 2020, atau tumbuh 10,9% dari periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: OJK dan SRO Terus Pantau Pergerakan IHSG

“Kami menyadari saat ini kondisi bisnis pelaku UMKM sedang menghadapi masa sulit karena terdampak virus Covid-19. Untuk itu, kami berusaha mencari solusi untuk memastikan debitur UMKM kami bisa melalui masa yang sangat sulit ini,” kata Hery di Jakarta, kemarin.

Beberapa solusi yang disiapkan untuk eksisting debitur antara lain, menyiapkan relaksasi proses restrukturisasi kredit, salah satunya dengan melakukan restrukturisasi lebih awal kepada debitur yang membutuhkan.

Kemudian, mempermudah perpanjangan masa laku fasilitas kredit dengan pemberian keringanan biaya provisi dan administrasi. “Komitmen Bank Mandiri terhadap sektor UMKM, sangat kuat. Apalagi saat ini merupakan sektor utama yang akan didorong sebagai motor pertumbuhan dana dan kredit Bank Mandiri dalam lima tahun ke depan,” katanya.

sdnws.

LEAVE A REPLY