Pimpinan DPR: Penghentian Umrah Sementara untuk Kebaikan Semua

0
190

Jakarta, Nawacita – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meyakini bahwa penghentian sementara kunjungan jemaah umrah terkait epidemic virus corona atau Covid-19, memiliki tujuan untuk kebaikan semua pihak, baik warga Arab Saudi maupun warga negara lain.

Pria yang merupakan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini pun berpendapat, bahwa kebijakan penghentian umrah sementara itu diambil oleh pihak Kerajaan Arab Saudi setelah melakukan kajian mendalam. Sehingga bukan keputusan yang serta-merta.

“Tentunya larangan itu mungkin sudah dikaji secara mendalam oleh Pemerintah Arab Saudi untuk kebaikan semua pihak tentunya. Oleh karena itu, menurut saya ya, itu alasan yang beralasan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Lagipula, tambah dia, larangan itu juga hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, Indonesia sebaiknya mau atau tidak mau harus mengikuti, meski jumlah jemaah umrah dari Indonesia bisa mencapai jutaan orang setiap tahunnya.

“Ya mau tidak mau kita harus ikuti dulu. Larangan itu kan juga hanya sementara waktu. Sementara waktu kan itu,” ujar Dasco.

Sementara itu Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) melalui Liga Muslim Dunia dan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, meminta kebijaksanaan pemerintah Arab Saudi untuk mempertimbangkan kembali penghentian sementara kunjungan jemaah umrah Indonesia.

Dia pun mengingatkan, sampai pada saat ini Indonesia masih bersih dari virus Corona.‎ Berbeda dengan negara lain seperti Malaysia, Thailand, Singapura, India, Pakistan, dan lainnya yang juga terkena penghentian sementara umrah, lantaran di negaranya sudah ditemukan banyak warga yang terkena virus Corona.

“Sementara di Indonesia sejauh ini masih bersih‎ dari virus Corona. Pelarangan tersebut akan membuat sedih para jemaah Indonesia. Karena Indonesia ini yang setiap tahunnya tak kurang dari 1 juta jemaah melakukan ibadah umrah,” ujar Bambang di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

RSA

LEAVE A REPLY