Hibah Alutsista AS, DPR: Hati-Hati Alat Sadap

0
68

Jakarta, Nawacita – Pihak Komisi I DPR RI memberikan persetujuan kepada pemerintah untuk menerima hibah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Amerika Serikat (AS). Alutsista tersebut yakni 14 unit drone ScanEagle dan upgrade tiga unit Helikopter Bell 412.

Persetujuan untuk menerima hibah alutsista dari AS tersebut diberikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid menjelaskan bahwa pemberian persetujuan itu disertai dengan catatan kepada pihak pemerintah, yaitu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerimaan hibah alutsista.

“Kehati-hatian itu tentu barangnya dan kelayakannya diperiksa terlebih dahulu. Lalu misalnya alat deteksi dan lain-lain harus dibersihkan dulu, agar tidak ada alat sadap yang tertinggal dari produk hibah tersebut,” kata Meutya usai RDP tersebut.

Dia pun menuturkan, bahwa Indonesia memang memiliki kerja sama pertahanan dengan banyak negara, salah satunya AS. Dan pemberian hibah merupakan hal yang lumrah. Oleh sebab itu, dalam upaya kerja sama ini tidak perlu ada kecurigaan berlebihan.

“Jadi ini bukan pertama kali, secara rutin dilakukan antara kedua negara yang memang memiliki kerja sama. Hanya dalam setiap pemberian hibah memang perlu persetujuan DPR. Hibah ini jadi tambahan aset alutsista Indonesia. Ini satu hal yang positif untuk alutsista kita,” ujarnya.

Sebelumnya di dalam RDP tersebut, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa nantinya Drone ScanEagle yang memiliki nilai 28,3 juta dolar AS akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan khusus.

“Kita hanya keluar dana sekitar Rp10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan Alutsista lainnya. Nanti PT Len Industri yang akan bertugas untuk integrasikan,” kata Wahyu.

Sementara untuk upgrade peralatan Helikopter Bell 412 dengan nilai 6,3 juta dolar AS juga dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan meningkatkan kemampuan pertahanan negara.

RSA

LEAVE A REPLY