Kronologi Tragedi Susur Sungai yang Tewaskan Para Siswa SMPN 1 Turi

0
198
Kronologi Tragedi Susur Sungai yang Tewaskan Para Siswa SMPN 1 Turi.
Kronologi Tragedi Susur Sungai yang Tewaskan Para Siswa SMPN 1 Turi.

YOGYAKARTA, Nawacita Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan SMP Negeri 1 Turi, Sleman, DI Yogyakarta berakhir nahas. Pada Jumat (21/2) sore, sekitar 250-an siswa yang sedang menyusuri Sungai Sempor tiba-tiba diterjang arus kencang akibat hulu sungai sudah diguyur hujan. Ratusan anak hanyut, akibatnya puluhan luka-luka dan enam orang meninggal dunia. Bagaimana kegiatan susur sungai ini berubah menjadi tragedi? Berikut kronologinya yang kami himpun dari keterangan di lapangan.

1. Pukul 14.00 WIB kegiatan susur sungai Sempor dimulai

Dari kesaksian Kepala Dusun Dukuh, Tartono, kegiatan siswa SMP Negeri 1 Turi tersebut bermula sejak jam 14.00 WIB. Ketika itu, ketinggian sungai masih dangkal. “Saat dimulai dangkal airnya. Tapi tiba-tiba ada masuk air, kemungkinan di bagian hulu sungai hujan lebat,” ujar Tartono.
Baca Juga: Korban Tragedi Susur Sungai Sempor Bertambah Jadi 7 Orang

2. Pukul 15.30 WIB warga mendengar bahwa ratusan siswa hanyut

Satu setengah jam kemudian, warga mendengar kabar bahwa ratusan murid yang menyusuri sungai terbawa arus kencang. Volume air tiba-tiba naik diduga karena bagian hulu sungai diguyur hujan deras. “Saat terjadi banjir dan hanyut sekitar jam 15.30 WIB. Warga langsung berkumpul, karena ada pengumuman di masjid tentang ada anak-anak yang hanyut,” ujar Tartono.

3. Jumat sore, Basarnas DIY terjun ke lokasi

Sejak petang tim Basarnas DIY sudah berada di lokasi guna melakukan penyelamatan dan evakuasi. Dalam laporan awal, Kepala Basarnas DIY, Lalu Wahyu Efendi mengatakan, jumlah siswa peserta susur Sungai Sempor di Dukuh, Donokerto, Turi berjumlah 250 orang, sebanyak 244 anak sudah diketahui keberadaannya.

“Dari 250 anak yang ikut kegiatan. Sebanyak 6 orang berada di Klinik SWA, 4 di antaranya telah meninggal dunia. Sedangkan 27 orang berada di Puskesmas Turi, ditambah 1 orang dirawat di Puri Husada. Mereka dilaporkan mengalami luka-luka,” ujar Lalu.
Baca Juga: Banjir Bandang Sentani yang Telan 112 Korban Jiwa Ini Penyebabnya

4. Pukul 20.30 WIB jumlah korban bertambah menjadi 6 meninggal dunia

Setelah melakukan pencarian lebih lanjut, Basarnas DIY melaporkan penambahan korban jiwa. Sebanyak 6 murid dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut nama korban yang meninggal dunia. Di antaranya yaitu, Nur Azizah (kelas 8A), Sofia Latifa (Kelas 8B), Arisma Rahmawati (Kelas 7D), Latifa Zulfa (Kelas 8B), Khoirun Nissa (Kelas 7C), dan satu lagi korban belum diketahui identitasnya.

5. Pukul 21.30 pencarian 4 korban yang masih hilang terus dilakukan

Tim pencarian yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI dan relawan masih melakukan pencarian di sungai dan kedua sisinya. Tim ini berkekuatan 230 orang. “Masih dilakukan pencarian, kita maksimalkan malam ini. Dengan mempertimbangkan situasi cuaca, kalau memungkinkan kita terus melakukan pencarian,” ujar Kepala Basarnas DIY, Lalu Wahyu Efendi.

Hingga pukul 21.30, data dari Polda DIY menunjukkan sebanyak 242 siswa sudah terkonfirmasi keberadaannya, enam diantaranya meninggal dunia. Sementara 4 siswa lagi masih belum ditemukan.

idnws.

LEAVE A REPLY