PDIP Tak Takut Jika Dikeroyok di Pilkada Surabaya

0
55
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Nawacita – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak begitu khawatir andaikata dikeroyok banyak partai di Pemilihan Kepala Daerah Surabaya nanti. PDIP meyakini bakal mampu mempertahankan posisinya sebagai pemenang yang selama tiga periode mengantarkan kadernya duduk di kursi wali kota.

Sedikitnya lima partai telah menyatakan dukungannya untuk mengusung mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Machfud Arifin di Pilkada Surabaya. Lima partai itu ialah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra, Demokrat, PAN, dan PPP. Nasdem dikabarkan akan menyusul.

Memperoleh 15 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya, PDIP sebetulnya memenuhi syarat minimal sepuluh kursi untuk mengusung pasangan calon sendiri. Jika PKS dan PSI turut bergabung dengan koalisi gemuk pengusung Machfud Arifin, sudah tentu Partai Banteng akan berjuang sendirian melawan ‘pengeroyokan’ gabungan partai-partai tersebut.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pihaknya tak menganggap koalisi partai pengusung Machfud Arifin sebagai upaya ‘pengeroyokan’ untuk mengalahkan dominasi PDIP di Surabaya. Karena itu, PDIP tetap membuka pintu untuk berdialog dengan pihak luar partai untuk kepentingan masyarakat Surabaya.

Apalagi, kata Hasto, kontestasi di pilkada merupakan langkah dalam mencari pemimpin yang diinginkan rakyat.

“Partai terus melakukan dialog karena pilkada ini kontestasi mencari pemimpin, pilkada ini bukan ajang untuk mengkeroyok,” katanya di sela acara Rapat Kerja Daerah DPD PDIP Jatim di Hotel Utami di Raya Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa, 18 Februari 2020.

Lantas, terkait pengganti Risma untuk Wali Kota Surabaya, Hasto menjawab akan mengumumkan di kantor DPP PDIP pada akhir Februari ini. Hal ini berbarengan dengan pengumuman paslon untuk Pilkada Solo, Makassar, paslon Gubernur-wakil Gubernur Bali, dan beberapa daerah lainnya.

“Nanti (pilkada) Surabaya masih perlu pemetaan yang lebih mendalam, survei lebih lanjut, dan dialog akan intens kami lakukan untuk melihat seluruh harapan masyarakat di Kota Surabaya, sama juga di Provinsi Bali,” jelas Hasto.

Sementara itu, untuk daerah di luar itu, Hasto menyampaikan DPP PDIP akan mengumumkan satu paslon gubernur/wakil gubernur dan 49 paslon kabupaten/kota di kantor DPP di Jakarta pada Rabu besok, 19 Februari 2020. “Ini pengumuman paslon gelombang pertama,” tuturnya.

viva

LEAVE A REPLY