Insiden Radiasi Radioaktif, BAPETEN: Masyarakat Tidak Perlu Panik

0
61
Insiden Radiasi Radioaktif, BAPETEN: Masyarakat Tidak Perlu Panik.
Insiden Radiasi Radioaktif, BAPETEN: Masyarakat Tidak Perlu Panik.

JAKARTA, Nawacita – Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN), Abdul Qohhar mengungkapkan bahwa penyebaran paparan radiasi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan sangat kecil.

Alasannya karena zat radioaktif yang ditemukan yakni Cesium 137 telah bercampur dengan tanah di mana jenis tanahnya tidak mudah menyebar. Abdul juga menambahkan penyebaran melalui udara juga tidak memungkinkan.

“Insiden ini (radiasi radioaktif) terlokalisir hanya di tanah itu saja. Jadi jangan khawatir akan penyebaran ini. Masyarakat tidak perlu panik untuk masalah penyebaran ini,” kata Abdul kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Baca Juga: Batan Mulai Clean Up Area yang Terpapar Radiasi Nuklir

Untuk melakukan pencegahan, Abdul juga mengungkapkan bahwa timnya telah memberikan garis pembatas area yang terkena paparan radiasi radioaktif. “Jaraknya kemungkinan antara 5 hingga 10 meter dari titik radiasi. Kalau masyarakat beraktivitas di luar garis pembatas itu sudah aman,” kata Abdul.

Baca Juga: Bahas Nuklir, KEIN Undang Kemenkeu hingga Kemendagri

Saat ini, tim BAPETEN dan BATAN tengah melakukan upaya pencegahan kontaminasi dan penyebaran radiasi radioaktif dengan melakukan pembersihan tanah. Setelah itu, BAPETEN akan melakukan penyelidikan dari mana zat radioaktif tersebut berasal. “Ini sudah hari ke empat pengerukan tanah untuk lahan yang terkontaminasi. Ini dilakukan untuk menurunkan laju paparan agar kembali ke normal,” kata Abdul.

Abdul menambahkan bahwa pembersihan area atau clean up area akan dilakukan selama 20 hari. Namun ia juga berharap bahwa sebelum 20 hari, area yang terkontaminasi sudah kembali normal.

oknws.

LEAVE A REPLY