Tidak Hanya Merekam Lalu Lintas, CCTV Juga Akan Merekam Pengendara Pembuang Sampah

0
74
Ilustrasi

Surabaya, Nawacita – Keberadaan kamera CCTV di Surabaya sebentar lagi tidak hanya mengawasi pelanggaran lalu lintas saja. Tetapi juga akan mengawasi para pelaku pembuang sampah sembarangan di jalan-jalan kota Surabaya. Hal ini disampaikan oleh Tri Rismaharini setelah meresmikan jalan MERR IIC, Sabtu (15/2).

Wanita yang akrab disapa Risma ini mengatakan bahwa kamera CCTV di Surabaya tidak saja untuk merekam para pelanggar lalu lintas saja. Tetapi juga akan ditingkatkan kepada keamanan dan juga kebersihan kota.

“Sekarang kita gunakan kamera ini untuk keamanan juga. Jadi kayak buang sampah keamanan kita gunakan sekarang,” ujarnya.

Risma menambahkan mulai sekarang kamera tersebut akan selalu dipantau tiap harinya. Selama ini kamera CCTV akan dibuka bila ada kejadian sesuatu seperti kecelakaan atau semacamnya saja.

“Jadi setiap hari ada yang membuka kamera itu. Ada atau tidak ada acident kita buka. Kamera kita gelap bisa dipakai,” terangnya.

Sementara itu, Irvan Wahyudrajad Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengatakan bahwa kota berlambang hiu dan buaya tersebut sudah memiliki sekitar 2500-an kamera CCTV. Nantinya kamera tersebut akan berintegrasi dengan Dishub dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Surabaya.

“Kamera kita lebih dari 2500 antara dishub dan kominfo saling berintegrasi multifungsi. Tidak hanya masalah lalu lintas tapi juga save city. Dari keamanan kota diperluas lagi ke kebersihan kota,” terangnya.

Laki-laki yang akrab disapa Irvan ini juga berkata bahwa kamera yang dimiliki sudah bisa merekam wajah seseorang. Nantinya wajah yang terekam akan langsung terhubung dengan database yang dimiliki Pemkot. Sehingga bisa langsung ditindaklanjutin.

“Kamera kita ini makin lama makin canggih dan makin detail sampai ke wajah. Dan sudah terhubung dengan database kependudukan,” ujarnya.

Walaupun demikian, terkait keamanan dan lalu lintas kota, Dishub tetap akan menerjunkan anggotanya dan berkolaborasi dengan Polisi dan Garnisun. Terutama di daerah perbatsan kota. Sedangkan untuk perihal kebersihan kota, wewenang sepenuhnya ada di DKRTH.

“Jadi A. Yani, Menganti, MERR kan perbatasan kota. Tetap ada petugas yang menjaga. Biasanya 4 orang. Ada 3 shift kita patroli. Kalau malam kita dengan kepolisian dan Satpol PP kalau siang dengan kepolisian dan garnisun. Sedangkan untuk kebersihan itu wilayahnya DKRTH,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY