Menparekraf Ingin Promosikan Wisata Indonesia Melalui Turnamen E-Sports

0
39

Jakarta, Nawacita – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio ingin mempromosikan daya tarik wisata Indonesia melalui turnamen esports berkelas dunia yaitu Free Fire Champions Cup 2020.

Wishnutama berharap melalui kejuaraan yang akan digelar di Jakarta pada 19 April 2020 mendatang tersebut bisa berdampak pada peningkatan ekonomi kreatif, sekaligus memperkenalkan keindahan Indonesia kepada para peserta yang datang dari berbagai negara.

“Free Fire Champions Cup 2020 bisa menjadi salah satu daya tarik sehingga penggemar esports yang mengunjungi Indonesia bisa mengetahui keindahan wisata tanah air,” kata Wishnutama dalam siaran pers Kemenparekraf, Kamis (13/2/2020).

Turnamen yang khusus memperlombakan cabang game Free Fire besutan Garena ini akan diikuti sebanyak 12 tim e-sports mancanegara yang berasal dari Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Para peserta akan memperebutkan total hadiah senilai 8,18 miliar rupiah.

Menurut Wishnutama, event turnamen e-sports berpotensi menambah penghasilan devisa negara, selain dari wisata konvensional. Namun, dia berpesan agar penyelenggara bersungguh-sungguh dalam mengadakan event.

“Berbeda dengan turnamen lainnya yang menjual keindahan alam, untuk e-sports yang dijual adalah penyelenggaraan event dan pengalaman, sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung,” ujarnya.

Wishnutama juga mendorong para pelaku industri e-sports untuk semakin giat mengadakan event berskala internasional di Indonesia.

“Semakin banyak event maka semakin terkenal juga daya tarik tanah air sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia,” tutur dia.

Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh mengatakan terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara Free Fire Champions Cup merupakan pertanda baik terkait perkembangan ekosistem dan industri esports di tanah air.

Pasalnya, Indonesia harus melalui proses negosiasi dan lelang yang cukup panjang hingga akhirnya terpilih sebagai tuan rumah. Hans juga menjelaskan bahwa hanya negara-negara dengan indikator pertumbuhan esports yang baik, yang bisa menjadi tuan rumah kejuaraan dunia Free Fire.

“Untuk pertama kali turnamen berkelas internasional Free Fire diadakan di Indonesia, setelah tahun lalu turnamen ini berlangsung di Bangkok, Thailand dengan penonton online global mencapai lebih dari 8.480.000. Tim e-sports Indonesia EVOS berhasil keluar sebagai juara pada turnamen Free Fire tahun lalu,” ujar Hans.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto mengatakan bahwa ekosistem e-sports di tanah air telah mengalami perkembangan yang semakin baik. Hal ini tercermin dari kesuksesan penyelenggaraan sejumlah turnamen e-sports, salah satunya adalah Piala Presiden E-Sports 2020 yang baru saja selesai pada Februari ini.

“Pada Piala E-Sports pertama di tahun 2019, kami masih memberikan dukungan dana. Namun tahun ini tidak perlu lagi, karena turnamen sudah bisa berjalan secara mandiri. Ini adalah pertanda bahwa turnamen e-sports punya pasar dan potensi ekonomi yang cukup besar,” jelas Gatot.

RSA

LEAVE A REPLY