Tak Terima PKL Akan Ditertibkan HMI UPN Audiensi Dengan Dewan

0
365

Surabaya, Nawacita– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) mendatangi kantor DPRD Surabaya Pada Selasa (11/2). Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 5 orang bersama belasan pedagang kaki lima (PKL) meminta dewan agar Pemkot tidak menggusur tempat berjualannya.

Gufron Almaki koordinator dari mahasiswa menjelaskan alasan kedatangannya ke gedung Dewan. Ia mengatakan awalnya PKL yang berjualan di seberang UPN mendapatkan surat dari Pemkot terkait penertiban yang akan dilakukan oleh Satpol PP. Sebab di tempat PKL berdagang terdapat saluran air yang akan dibersihkan.

“Tiba-tiba disurati tanggal 4 Februari oleh Satpol PP. Terus disuruh kosongkan,” jelasnya.

Laki-laki yang akrab disapa Gufron ini menerangkan bahwa penertiban tersebut tidak perlu dilakukan. Menurutnya PKL yang berdagang di atas saluran air tersebut tidak mengganggu. Jika Pemkot mau membersikan saluran yang ada ditempati PKL maka cukup menggeser PKL saja tidak perlu ditertibkan.

“Berjualannya PKL memang di atas saluran. Tapi saluran itu kan buka tutup. Harusnya kalau pembersihan saluran kan bisa digeser dikit para pedagangnya,” ucapnya.

Gufron menambahkan seharusnya sebelum diadakan penertiban harus disediakan tempat terlebih dahulu. Jangan sampai PKL tidak memiliki tempat namun ditertibkan.

“Kalau penggusuran disediakan tempat. Tiba-tiba disuruh pindah, harusnya disediakan tempat dulu,” imbuhnya.

Di satu sisi Anas Karno anggota komisi B DPRD Surabaya menuturkan bahwa di daerah tersebut sudah terdapat sentra wisata kuliner (SWK) Rungkut. Ia mengatakan PKL yang ditertibkan itu nantinya akan dipindahkan ke SWK.

“Di daerah situ ada sentra wisata kuliner. Saya tahu persis kok. Nantinya mereka akan dipindahkan ke situ semua,” ucapnya.

Politisi PDIP ini juga mengatakan bahwa pemindahan tersebut sudah cocok. Sebab masih banyak tempat kosong di SWK tersebut. Sehingga nantinya 17 PKL yang tekena penertiban bisa mengisi SWK tersebut. Selain itu tempatnya tidak jauh dari tempat penggusuran.

“SWK itu ada 30 kuotanya. Masih keisi 10 dan tadi itu ada 17 PKL yang kena penertiban. Jadi masih cukup kok,” terangnya.

Anas menambahkan, bahwa SWK yang ada di tempat tersebut akan menjadi tempat yang strategis. Sebab di dekat SWK itu akan dibangun terminal bus.

“Untuk jangka panjangnya mau dibangun terminal dan jalur bus. Jadi yang rute ITS akan berakhir di UPN,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY