Ini Rekam Jejak Heru Hidayat, Tersangka Kasus Jiwasraya

0
90
Heru Hidayat, Tersangka Kasus Jiwasraya.
Heru Hidayat, Tersangka Kasus Jiwasraya.

JAKARTA, Nawacita – Nama Heru Hidayat menjadi perbincangan publik. Pasalnya nama ini masuk dalam daftar lima orang yang ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya.

Melansir laman Trada Alam Minera, Heru Hidayat saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris dari PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dengan masa jabatan 5 tahun. Hal ini ditetapkan dalam akta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) No. 14 tanggal 19 Oktober 2017.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, Heru juga merupakan pemilik 1,9 miliar saham TRAM atau setara 3,84% dari total saham perseroan. Memasuki jenjang perkuliahan, Heru memilih jurusan teknik industri sebagai pendidikan sarjananya. Heru kemudian berhasil meraih gelarnya dari Universitas Surabaya pada 1994. Selain menjabat sebagai dirut TRAM, Heru Hidayat juga merangkap jabatan sebagai Direktur di PT Pairidaeza Bara Abadi dan Direktur PT Maxima Integra Investama sejak tahun 2014.

Baca Juga: Jiwasraya Diselamatkan Surat Utang Jangka Panjang

Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka kasus Jiwasraya. Kelima ini antara lain eks Dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahirwan, Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, dan eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Baca Juga: Soal Jiwasraya, HIPMI Dukung Menteri Erick Bersihkan Koruptor BUMN

Nantinya kelima tersangka ini akan ditahan dalam Rumah Tahanan (Rutan) yang berbeda. Benny Tjokro di Rutan KPK, Heru Hidayat di Rutan Salemba Cabang Kejagung, Hary Prasetyo di Rutan Salemba cabang Kejari Jakarta Selatan. Lalu, Syahmirwan di Rutan Cipinang dan Hendrisman Rahim di Rutan Guntur Pomdam Jaya.

Sebagai informasi, kasus korupsi Jiwasraya menyebabkan negara merugi hampir Rp13,7 triliun. Kasus ini telah diselidiki sejak Desember lalu setelah Surat Perintah Penyidikan No: Print-33/F2/FD2/12 Tahun 2019 tertanggal 17 Desember 2019 diterbitkan.

oknws.

LEAVE A REPLY