#TangkapEnggar Trending di Medsos Terkait Beras Busuk di Bulog

0
103
Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

JAKARTA, Nawacita Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita disebut-sebut jadi biang keladi banyaknya beras impor yang ada di Perum Bulog akan dibuang lantaran busuk. Tagar #TangkapEnggar pun trending di Twitter.

Akun @jansen_jsp misalnya, dia menilai tuduhan ekonom Rizal Ramli ke Enggar terkait impor beras hanya mengejar komisi ada benarnya. Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Gus Dur itu pernah menyebutkan tingginya volume beras lantaran kebijakan impor yang dilakukan Enggar.

Baca Juga: Bulog: 20.000 Ton Beras Bakal Dibuang

“Buka twitter #TangkapEnggar jadi TT (trending Twitter). Cari sebabnya ternyata 20 ribu ton beras akan dibuang Bulog karena busuk. Harusnya @bpkri segera audit impor beras di Kemendag ini. Jangan-jangan benar tuduhan bang @RamliRizal dulu, impor ini mengejar fee. Bukan karena kebutuhan. Buktinya skrg Busuk!,” tulis @jansen_jsp, Selasa (3/12).

1. Warganet mengkritik keras banyaknya beras impor yang harus dibuang karena membusuk

Sementara, akun @holili1922 menyebut rakyat miskin menjadi tumbal dari kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah. Akibatnya, banyak beras mengendap dan tidak dirasakan rakyat secara keseluruhan.

“20 ribu ton beras hanya menjadi sampah & sajian hewan di Bulog karena busuk, rakyat miskin hanya jadi tumbal mafia yang hanya mengejar fee, ini sebabnya negara sering impor. 20 ton itu berkisaran 160M, @bpkri wajid diaudit @Kemendagri_RI jangan biarkan ini terulang kembali. #TangkapEnggar,” tulis dia.

2. Beras busuk lantaran sudah mengendap lebih dari empat bulan di gudang Bulog

Perum Bulog mencatat ada 20.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang terancam dibuang. Penyebabnya, beras tersebut sudah mengendap di gudang lebih dari empat bulan, hingga berdampak penurunan mutu seperti membusuk.

Baca Juga: Buwas Ungkap Penyebab Utang Bulog Rp 28 Triliun

Perum Bulog lantas meminta ganti rugi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Tuntutan itu sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, maka beras tersebut harus dimusnahkan.

3. Dimintai ganti rugi, Sri Mulyani bakal rapat dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Sri Mulyani akan membahas permintaan ganti rugi beras ke Bulog bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam pembahasan ini akan diputuskan ganti rugi tersebut. “Nanti kami lihat kalau sudah rapat di Kemenko Bidang Ekonomi,” ujar Sri, belum lama ini.

idnws.

LEAVE A REPLY