Jokowi Tolak Usulan Masa Jabatan Presiden Tiga Periode

0
68
Presiden RI, Joko Widodo.
Presiden RI, Joko Widodo.

JAKARTA, Nawacita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas menolak wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Ia pun menyebut bahwa pengusul masa jabatan tiga periode tersebut sama saja ingin menampar mukanya.

“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga (maknanya) menurut saya, satu ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Kepala Negara mengatakan sejak awal sudah meminta amandemen UUD 1945 ini fokus pada masalah Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Jokowi menyayangkan bahwa rencana amandemen itu kini melebar ke masalah pemilihan, hingga masa jabatan presiden.

Baca Juga: Istana Sebut Presiden Jokowi Tetap Ingin Pilpres Langsung

“Kan ke mana-mana seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik, tidak usah amandemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, wacana amandemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menguat beberapa waktu belakangan. Ada pihak yang dikabarkan menghendaki batas maksimal masa jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode, hingga masa jabatan presiden hanya satu periode dengan waktu delapan tahun.

Usulan penambahan masa jabatan presiden jadi tiga periode disampaikan Wakil Ketua MPR Arsul Sani. Menurut dia, penambahan masa presiden termasuk salah satu wacana terkait amandemen UUD 1945.

Baca Juga: Heboh, Isu Jokowi Ancam Copot Prabowo

“Kalau dulu (ketentuannya) ‘dapat dipilih kembali’ itu kan maknanya dua kali juga sebelum ini. Tapi kan terus-terusan. Kalau (wacana) ini kan hanya dapat dipilih satu kali masa jabatan lagi. Kemudian ada yang diusulkan menjadi tiga kali. Ya itu kan baru sebuah wacana ya,” kata Arsul di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 21 November 2019.

Arsul menjelaskan ada pula usulan masa jabatan presiden diubah menjadi satu periode saja dengan durasi selama 8 tahun karena menilai masa jabatan presiden delapan tahun itu akan membuat presiden-wakil presiden mampu dengan mudah mengimplementasikan programnya dengan lebih baik.

oknws.

LEAVE A REPLY