Gunung Dallol Tempat Paling Ekstrim di Dunia

0
57
Gunung Dallol Tempat Paling Ekstrim di Dunia.
Gunung Dallol Tempat Paling Ekstrim di Dunia.

ETHIOPIA, Nawacita – Menurut para peneliti, tempat ini terlalu panas, terlalu asam, sekaligus terlalu asin, hingga bahkan makhluk terkecil pun diyakini tak bisa bertahan hidup di sana. Dikutip dari Live Science, tempat yang dimaksud para peneliti itu adalah Gunung Dallol di Ethiopia bagian utara. Lokasinya didominasi warna hijau dan kuning, serta kolam-kolam hidrotermal yang sering disebut sebagai lokasi paling ekstrim di dunia.

Dengan penampakan seperti itu, Gunung Dallol mirip dunia alien atau negeri antah-berantah. Menurut Purificación López-García, direktur peneliti di French National Centre for Scientific Research yang melakukan penelitian di sana bersama timnya, Dallol punya tiga kategori yang membuatnya disebut sebagai lingkungan paling ekstrim.

Yaitu kondisi yang sangat panas, dan mengandung terlalu banyak kandungan asam dan garam. Di sana, ada mata air panas yang mengeluarkan air garam dan cairan asam. Untuk mengetahui apakah ada makhluk hidup, sekecil apapun, yang bisa hidup di sana, para peneliti lalu mengambil sampel air asin atau genangan air dengan konsentrasi asam tinggi di beberapa lokasi di sana.
Baca Juga: Jalur Ski Paling Berbahaya di Dunia

Beberapa genangan yang lebih ringan kandungan asamnya disebut penuh dengan natrium klorida. Kalau ini, beberapa organisme kecil masih kuat hidup di sana. Tapi untuk yang konsentrasi garamnya tinggi dan berbasis magnesium, tak ada makhluk yang bisa hidup, “karena magnesium menghancurkan membran sel,” jelas López-García.
Dalam lingkungan tersebut, peneliti tidak menemukan satupun DNA dan organisme hidup. Kalau pun ada, hanya jejak DNA organisme sel tunggal bernama arkaea.
Baca Juga: Jalanan Paling Berbahaya di Seluruh Dunia

Arkaea adalah sejenis bakteri purba yang sering disebut sebagai makhluk hidup pertama di Bumi. Meski para peneliti menemukan jejak arkaea, jejak tersebut ‘sangat tipis’ sekali. Itu Pun mereka sampai melakukan pembesaran beberapa kali agar tidak ada makhluk sekecil apapun yang terlewati.

Selain itu, para peneliti juga berpendapat bahwa jejak DNA arkaea yang ada di sana tidak benar-benar berasal dari kolam itu, melainkan hanya terbawa oleh angin atau orang-orang yang datang ke sana.

“Ada ide bahwa planet manapun yang punya air cair di permukaannya adalah planet yang layak dihuni. Tapi kalau kolam air di (Dallol) Etiopia ini, ini adalah kolam tanpa nyawa,” kata López-García yang sudah menerbitkan penelitian ini di jurnal Nature Ecology & Evolution pada bulan lalu.

sdnws.

LEAVE A REPLY