Berikut Deretan Aksi Terorisme Lone Wolf di Indonesia

0
62
Ilustrasi Terorisme Lone Wolf.
Ilustrasi Terorisme Lone Wolf.

JAKARTA, Nawacita Ledakan bom bunuh diri terjadi di Markas Polrestabes Medan di Jalan HM Said Medan pada pukul 08.45 WIB, Rabu (13/11). Sumber ledakan terdengar berasal dari kantin Mapolrestabes Medan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan dari hasil sidik jari yang ditemukan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System, pelaku bom bunuh diri berinisial RMN (24). RMN berstatus pelajar/mahasiswa.

“Dugaan sementara pelaku adalah lone wolf. Pengembangan nanti akan sangat ditentukan oleh tim di lapangan. Hasil olah TKP masih didalami Labfor dan Densus 88,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/11). Aksi terorisme lone wolf adalah aksi yang dilakukan oleh seorang diri atau pelakunya tunggal. Pelaku menyiapkan segala tindak kekerasan sendirian. Berikut deretan aksi terorisme lone wolf yang terjadi di Indonesia.

1. Ledakan Bom di Sibolga

Ledakan bom terjadi di kawasan pemukiman warga di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sumatera Utara, 12 Maret 2019. Peristiwa tersebut terjadi saat polisi hendak memeriksa rumah pasca-penangkapan terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang telah ditangkap.

Baca Juga: Kronologi Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Ketika Tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) akan memasuki halaman rumah, istri Husain dan anaknya masih berada dalam rumah. Tak lama kemudian, tiba-tiba terdengar ledakan dari dalam rumah. Ledakan tersebut diduga diledakan oleh keluarga teroris. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan tidak menutup kemungkinan apabila jaringan tersebut masih terkait lone wolf lainnya.

2. Ledakan Bom di Mapolresta Solo

Terjadi ledakan bom oleh terduga teroris di Mapolresta Solo, pada 6 Juli 2016. Saat itu, Mapolresta Solo sedang melakukan apel. Di tengah kegiatan, ada seorang pria yang memaksa masuk. Dilansir dari Antara, Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Komisaris Besar Polisi Ahmad Luthfi menuturkan pelaku menerobos ke Mapolresta Surakarta seorang diri.

Petugas sempat mencegat pelaku. Namun pelaku berhasil masuk sebelum terjebak oleh jalan buntu. Sempat dikejar oleh petugas, pelaku kemudian merogoh saku jaket untuk meledakan diri. Pelaku teridentifikasi sebagai Nur Rohman warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo. Atas aksi bunuh diri yang dilakukan, beberapa pihak mengkategorikan sebagai aksi teror lone wolf.

3. Ledakan bom di Mal Alam Sutera

Leopard Wisnu Kumala menjadi tersangka pada kasus pengeboman Mall Alam Sutera di Tangerang, pada 28 Oktober 2015. Ledakan besar terjadi dari arah toilet pria di Area West Lobby Mall Alam Sutera lantai Ground Floor.

Ledakan tersebut terjadi ketika karyawan mal sedang istirahat makan siang, pada pukul 12.05 WIB. Satu orang karyawan menjadi korban, yang menyebabkan terluka pada bagian kakinya. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengatakan bahwa motif tersebut terkait faktor ekonomi.

“Motif kasus ini lebih kepada keadaan ekonomi yang merujuk pada pemerasan,” ujar Kapolda Irjen Tito Karnavian, Kamis (29/10/2015). Setelah diselidiki, Leopard tak terikat pada jaringan mana pun. Ia hanya melakukan pemerasan tertentu dengan melakukan aksi teror. Aksi tersebut dikategorikan sebagai lone wolf.

4. Bom bunuh diri Pos Pantau lalu lintas Kartasura

Pada 3 Juni 2019, terjadi ledakan bom bunuh diri yang mengakibatkan pelaku roboh dan luka-luka, di depan Pos Pantau Lalu Lintas Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kepala Biro Penerangan Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

“Kejadian pada hari Senin 3 Juni 2019 sekitar pukul 22.45 WIB,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Berdasarkan keterangan dari saksi mata, saksi melihat pelaku berjalan ke arah Pos Pantau Lalu Lintas Tugu Kartasura pada pukul 22.35 WIB.

Baca Juga: Inilah Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan

Berdasarkan ciri-ciri pelaku, pria berinisial RA menggunakan kaos hitam, celana jeans dan menggunakan headset itu kemudian duduk di trotoar di depan pos selama lima hingga 10 menit. Kemudian sekitar pukul 22.45 WIB, ledakan pun terjadi.

Pria tersebut berlatar belakang sebagai pekerja swasta, belum menikah, pendidikan terakhir SMA dan beralamat di Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. “Memang dia tidak terafiliasi dengan kelompok teroris yang terstruktur, tapi dia berkomunikasi dengan sleeping cell yang lain, itu sedang didalami,” kata Dedi, Jumat (7/6/2019).

5. Aksi teror di Cikokol, Tangerang

Tiga anggota polisi di Cikokol, Tangerang, menjadi sasaran penikaman seorang teroris berinisial SA pada 20 Oktober 2016 lalu. Pelaku berinisial SA, melakukan penusukan kepada polisi secara membabi buta. Korban akibat penyerangan SA adalah Kepala Kepolisian Sektor Tangerang Kota, Kepala Unit Pengendalian Masyarakat Polres Metro Tangerang Kota Iptu Bambang Haryadi dan Bripka Sukardi, anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Benteng.

Aparat Divisi Profesi dan Pengamanan dan Markas Besar Polri memeriksa kakak dari pelaku aksi teror. Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan sang kakak terkejut, ketika polisi menunjukkan barang bukti hasil penggeledahan yang dibawa tersangka.

Menurut Mochamad Iriawan, sang kakak tidak terkait dengan perkara yang melibatkan adiknya. SA sebagai sang adik melakukan aksi kejahatannya sendiri. “Pelaku ini one man show. Kakaknya tak ada kaitan dengan pelaku. Semua dilakukan pelaku dari hasil penelusuran di Internet dan bertindak sendiri,” ujar Mochamad Iriawan.

idnws.

LEAVE A REPLY