12 November Sejarah Dunia: Insiden Dili Hingga Hari Ayah Nasional

0
99
Hari Ayah Nasional.
Hari Ayah Nasional.

JAKARTA, Nawacita – Serangkaian peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 12 November. Kejadian itu kemudian tercatat menjadi bagian penting dari sejarah dunia. Kami pun merangkum beberapa momen tersebut, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Selasa (12/11/2019).

1927 – Trotsky Dikeluarkan dari Partai Komunis oleh Stalin

Revolusioner Rusia, Leon Trotsky, pada 12 November 1927 dikeluarkan oleh Josef Stalin setelah adanya pertentangan ideologi di tubuh Partai Komunis Rusia. Trotsky dan Stalin merupakan dua tokoh yang mempunyai peran besar dalam Partai Komunis Rusia.

Awalnya Partai Komunis Rusia dipimpin oleh Vladimir Lenin. Namun usai Lenin meninggal dunia, terjadi pertentangan ideologi antara Leon Trotsky dengan Josef Stalin. Trotsky menginginkan adanya revolusi permanen dan intervensi nasional dari Partai Komunis. Saat itu Partai Komunis Rusia telah menjelma menjadi Komintern (Komunis Internasional).

Baca Juga: 11 November Sejarah Dunia: Lahirnya Pangeran Diponegoro Hingga Akmil Diresmikan

Stalin berbeda pandangan dengan Trotsky. Stalin lebih menganjurkan adanya sosialisme di satu negara dan menekankan pelaksanaan industrialisasi. Hasilnya, Trotsky dipecat dari Partai Komunis dan diasingkan dari Uni Soviet pada 1930 sehingga membuat Stalin dan para pendukung menguasai penuh Partai Komunis.

1945 -‎ Jenderal Soedirman Terpilih Jadi Panglima Tentara

Jenderal Besar Soedirman pada 12 November 1945 terpilih menjadi panglima pertama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ia menghabiskan masa jabatan sebagai panglima tentara di bawah pimpinan Presiden Soekarno selama lima tahun.

Soedirman pernah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat. Kemudian, pasukan BKR dijadikan oleh panglima sementara Oerip Soemohardjo bagian dari Divisi V, Soedirman bertanggung jawab atas bagian tersebut.

Soedirman sendiri sebelumnya sudah lebih dulu bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) pada 1944. Di PETA, Soedirman dipercaya menjabat sebagai komandan batalyon daerah Banyumas.

1991 – Terjadinya Insiden Dili Timor Timur

Pada 12 November 1991 terjadi Insiden Dili‎ atau yang lebih dikenal pembantaian Santa Cruz. Insiden Dili sendiri merupakan penembakan terhadap demonstran di Timor Timur yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Awalnya para pemuda dan mahasiswa menggelar aksi protes terhadap Pemerintah Indonesia terkait tewasnya Sebastiao Gomes yang dikabarkan ditembak oleh tentara. Gomes merupakan aktivis pro-kemerdekaan Timor Timur yang ‎memprotes pembatalan kedatangan anggota Parlemen Portugal.

Protes terkait tewasnya Sebastiao Gomes dilaksanakan di tempat pemakaman Gomes. Para demonstran kemudian dikabarkan ditembaki oleh pasukan Indonesia saat proses pemakaman Gomes. Berdasarkan catatan, ada lebih dari 271 orang tewas dalam peristiwa tersebut, 382 terluka, dan 250 orang hilang.

1996 – Tabrakan Pesawat di Langit India

Sebuah kecelakaan yang melibatkan dua pesawat komersial terjadi di langit Charkhi Dadri, Haryana, India, pada 12 November 1996. Kecelakaan pesawat itu merupakan yang terburuk dalam dunia penerbangan karena bertabrakan di udara.

Kecelakaan pesawat itu melibatkan Arabian Airlines dengan penerbangan 763 route Delhi India menuju Dhahran Arab Saudi dengan Air Kazakhstan penerbangan 1907 rute Shymkent‎ Kazakhstan menuju Delhi.

Berdasarkan laporan, sebanyak 349 orang tewas dalam kecelakaan dua pesawat tersebut. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan akibat kesalahan atau kelalaian pilot pesawat Kazakhstan Airlines.

1998 – Tragedi Semanggi I Menewaskan Seorang Pelajar

Seorang pelajar bernama Lukman Firdaus tewas setelah mengalami luka berat dalam peristiwa tragedi Semanggi I pada 12 November 1998. Lukman Firdaus meninggal di rumah sakit sehari setelah mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Jakarta.

Awalnya ratusan ribu mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi demonstrasi terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa MPR pada 11–13 November 1998. Para demonstran memprotes pemerintahan Bacharuddin Jusuf Habibie dan tidak mempercayai anggota DPR/MPR Orde Baru.

Pada 12 November 1998, ada ratusan ribu masyarakat dan mahasiswa yang ingin menembus jalanan dekat Gedung Parlemen Senayan. Tetapi, Pam Swakarsa hingga Brimob memblokade sejumlah ruas jalan hingga terjadi bentrokan. Bentrok terjadi di sejumlah ruas Jalan Slipi dan Jalan Sudirman. Puluhan mahasiswa masuk rumah sakit dan satu pelajar atas nama Lukman Firdaus meninggal dunia dalam peristiwa yang disebut Tragedi Semanggi I ini.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Maulid Nabi Serta Hukum yang Membolehkannya

2006 – Hari Ayah Nasional

Hari Ayah di Indonesia jatuh setiap 12 November. Namun belum sepopuler Hari Ibu yang diperingati setiap 12 Desember. Momen ini biasanya dirayakan dengan memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih dan berkumpul bersama anggota keluarga lainnya.

Dilansir dari laman resminya, kemendikbud.go.id, Senin (12/11), perayaan Hari Ayah berawal dari prakarsa paguyuban Satu Hati, paguyuban lintas agama dan juga budaya tahun 2006 silam, bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).

Deklarasi Hari Ayah pada 12 November 2006 digelar di Pendopo Gede Balai Kota Solo, Jawa Tengah. Namun, peringatan Hari Ayah di kancah dunia sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke-12 di 75 negara.

Beberapa di antaranya yang merayakannya adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hong Kong yang merayakan setiap pekan ke-3 di bulan Juni. Hari Ayah di negara lain dirayakan dalam waktu yang berbeda. Serbia setiap 6 Januari, Korea Selatan pada 8 Mei, sementara di sebagian Eropa dan Timur Tengah di tanggal 19 November.

okmnws.

LEAVE A REPLY