Posisi Gerindra Tergantung Presiden Jokowi

0
59
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berswafoto di Istana Negara.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berswafoto di Istana Negara.

JAKARTA, Nawacita –  Setelah bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh.

Prabowo juga diagendakan safari komunikasi dengan partai pendukung pemerintah lainnya. Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak berarti Gerindra akan bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Baik Prabowo dan Jokowi belum secara tegas menyatakan demikian.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Bertemu di Istana Merdeka

“Bahkan Prabowo dari awal mengatakan kami siap jadi oposisi atau bahasa kami mitra kritis, atau kami siap jadi mitra pemerintah,” kata Dahnil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/10/2019). Karena belum ada pernyataan resmi, Dahnil menjelaskan bahwa kabar tentang Gerindra meminta atau dapat kursi kabinet tidak benar. Prabowo dipastikan tidak meminta-minta jabatan.

Baca Juga: Prabowo Akan Segera Putuskan Sikap Koalisi atau Oposisi

Keputusan Prabowo akan berada di koalisi atau oposisi akan diumumkan pada 17 Oktober  2019 setelah rapat kerja nasional. Nanti, Prabowo akan meminta masukan para kader terkait posisi partai. Saat ini suara di akar rumput masih terbelah. Ada yang ingin di luar pemerintahan, ada pula yang di dalam. Akan tetapi, posisi Gerindra juga bergantung pada keputusan Jokowi apakah memerlukan Gerindra atau tidak.

“Tentu sangat tergantung dengan kebutuhan Presiden Jokowi. Kalau Gerindra, Prabowo dalam posisi siap menjadi oposisi, siap juga membantu pemerintah dari dalam,” jelas Dahnil.

bsnws.

LEAVE A REPLY