Dewasa dengan Kerentanan Jangan Tonton Joker

0
24
Film Joker.
Film Joker.

JAKARTA, NawacitaJoker merupakan salah satu film yang paling hangat diperbincangkan saat ini. Bioskop yang menayangkan film arahan Todd Phillips ini tampak selalu diramaikan penonton dari berbagai kalangan.

Antusiasme yang besar tak jarang mendorong orang tua untuk membawa anak-anak mereka menonton film yang memiliki rating dewasa ini. Padahal, konten dalam film Joker sangat tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anak, baik anak kecil maupun remaja.

“(Joker) sama sekali bukan film untuk anak. Jangan bawa anak nonton, itu film dewasa, bahkan remaja juga jangan,” jelas spesialis kedokteran jiwa atau psikiater dari Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM dr Heriani SpKJ(K) dalam seminar umum yang diselenggarakan di IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta.

Heriani mengatakan, anak masih memiliki cara berpikir yang konkret. Anak berusia di bawah 5-6 tahun khususnya juga belum memiliki filter yang baik dalam menyaring informasi.

Di sisi lain, film Joker menyajikan sebuah tontonan yang sangat terasa realistis. Ketika melihat karakter Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) yang sebelumnya baik, namun kerap disakiti lalu bertransformasi menjadi Joker yang jahat, anak bisa melihat hal tersebut sebagai salah satu cara memecahkan masalah. Anak bisa berpikir bahwa ketika ia disakiti, ia dapat melakukan tindak kejahatan, seperti menembak orang yang menyakitinya.

“Kalau saya kesal sama seseorang, saya tembak aja, saya balas saja. Kan gitu pesannya yang sampai (pada anak),” ujar Heriani.

Oleh karena itu, Heriani menyarankan agar orang tua tidak membawa anak mereka yang belum memasuki usia dewasa untuk menonton Joker. Orang tua yang semula tidak tahu bahwa ini film untuk penonton dewasa dan sudah telanjur membawa anak mereka ke dalam bioskop sebaiknya merelakan tiket bioskop yang telah dibeli dan membawa keluar anak mereka dari studio.

Selain anak, Heriani mengatakan film Joker juga tidak cocok untuk ditonton oleh orang dewasa yang memiliki kerentanan. Salah satu contohnya adalah orang dewasa yang pernah mendapatkan penyiksaan di masa kecil dan tidak memiliki kontrol diri.

“Bila menonton itu, bisa men-trigger,” ungkap Heriani.

Heriani mengatakan orang dewasa normal saja mungkin akan merasakan perasaan yang tidak enak setelah menonton film ini. Alasannya, film yang menyasar psikologis para penontonnya ini dikemas sangat bagus dan mengangkat isu yang tidak asing dalam realita kehidupan.

“(Film Joker) itu buat orang dewasa yang kuat secara mental,” jelas Heriani.

repblk

LEAVE A REPLY