Penarikan Obat Ranitidin, Ini Pereda Maag di Zaman Nabi

0
44
Ilustrasi Madu.
Ilustrasi Madu.

SURABAYA, Nawacita BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik ranitidin dari peredaran. Pereda maag itu tidak boleh beredar karena diduga tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu risiko kanker.

Meski begitu masyarakat tidak usah khawatir, sebab ranitidin bukan satu-satunya pereda maag. Ahli Pengobatan Thibbun Nabawi Ustadz Muhammad Suharsono mengatakan, terdapat obat -obatan tradisional yang bisa membantu meredakan penyakit maag, contohnya madu. Namun demikian sifatnya hanya mencegah, meredakan, bukan mengobati.

“Madu atau herbal atau yang lainnya itu sifatnya hanya pencegahan saja atau preventif. Tetapi apabila sudah ada diagnosa dari dokter, didukung dengan data hasil laboratorium atau radiologi yang mengindikasikan penyakit tertentu, maka sebaiknya mengikuti saran dokter. Mengikuti saran dokter ini adalah bagian dari ketaatan kepada Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW,” paparnya.

Baca Juga: Diskes Riau Minta Apotek Tarik Obat Ranitidin

Mengkonsumsi madu dapat menggantikan ranitidin. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi, bahwa suatu ketika ada seorang sahabat datang menghadap Rasulullah dan mengeluhkan perutnya yang terasa sakit. Kemudian Rasulullah menyarankan agar sahabat tersebut mengkonsumsi madu.

Setelah tiga kali mengkonsumsi madu atas saran Rasulullah, sahabat tersebut akhirnya sembuh dari penyakit perutnya yang diduga maag (saat ini).

Kemudian ada juga doa agar nyeri perut akibat maag cepat sembuh. Doa ini juga sering dibacakan Rasulullah, yaitu dengan cara meletakan tangan di atas perut. Berikut bacaannya:

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ.ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُوَأُحَاذِرُ

“Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah

A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru. Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan” (HR. Muslim).

Baca Juga: Klarifikasi BPOM Soal Pemberian Obat Kedaluwarsa

Lebih lanjut pengidap sakit maag tidak risau dengan penarikan ranitidin. Sebab dalam Islam sudah dijelaskan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.

وعَنْ جَابِرٍ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ؛ أَنَّهُ قَالَ : ‏( لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ ، فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ‏) رواه مسلم (2204 ) ‏

Diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah SAW sesungguhnya bersabda “Setiap penyakit pasti ada obatnya, maka apabila ditemukan obat yang tepat untuk satu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah SWT” HR. Muslim (2204).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً ‏) رواه البخاري (5678 ) .

Dari Abu HUrairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda “Tidak ada satupun penyakit yang diturunkan Allah kecuali Allah turunkan juga obatnya” HR. Bukhori ; 5678.

oknws.

LEAVE A REPLY