Menengok Kawasan Kampung Begal di Indramayu

0
68
Salah satu daerah yang mendapat predikat kampung begal ada di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tepatnya di Kecamatan Krangkeng.
Salah satu daerah yang mendapat predikat kampung begal ada di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tepatnya di Kecamatan Krangkeng.

JAKARTA, NawacitaTINDAK kejahatan perampasan disertai ancaman atau dikenal dengan aksi pembegalan, memang kerap kali menjadi sesuatu yang ditakutkan oleh pengendara bermotor. Apalagi ketika mereka melintas di wilayah yang dikenal sebagai kawasan rawan begal.

Di Indonesia, terdapat beberapa wilayah yang menjadi zona merah aksi pembegalan. Bahkan, beberapa wilayah tersebut oleh masyarakat sering dinamai kampung begal.

Salah satu daerah yang mendapat predikat kampung begal ada di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tepatnya di Kecamatan Krangkeng. Banyak para pelaku begal yang ditangkap di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kisah Umar Jaya, Pembunuh Bayaran Legendaris Paling Sadis di Indonesia

Kami sebelumnya pernah mewartakan seorang pelaku begal asal Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang berhasil ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Indramayu.

Pelaku ini berinisial MK. MK sendiri sudah lama menjadi target penangkapan Polres Indramayu. Ia, diketahui sudah melakukan 14 aksi pembegalan di jalan pantura dan jalur alternatif.

Dalam menjalankan aksinya MK bersama dengan teman-temannya, akan memepet sepeda motor korbannya. Kemudian, salah satu temannya tersebut mencabut kunci kontak sepeda motor yang dikendarai korban.

Setelah mencabut kunci kontak sepeda motor korban, teman MK yang lainnya langsung membacok korban dengan menggunakan golok, hingga terjatuh. Saat korban sudah terkapar di tanah, barulah MK dan teman-temannya langsung membawa kabur sepeda motor korban.

Kesadisan yang dilakukan MK dan para pembegal lainnya di kawasan Krangkeng, secara tidak langsung membuat daerah itu mendapat predikat kampung begal. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, apakah saat ini daerah tersebut pantas dikatakan sebagai kampung begal?.

Diungkapkan Kapolres Indramayu AKBP Yoris MY Marzuki di Indramayu, selama akhir tahun 2018 hingga sekarang, aksi kejahatan jalanan atau tiga c (curat, curas, curanmor) termasuk aksi pembegalan, mengalami penurunan hingga 75 persen.

“Menurun hingga 75 persen. Terhitung dari akhir 2018 hingga sekarang,” ucap dia, Jumat (27/9/2019).

Dari hasil itu, Ia menyebut, aksi kejahatan di Indramayu bisa dikatakan mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Walaupun mengalami penurunan yang sangat signifikan, ia tetap mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati.

Baca Juga: Kisah Cerita Horor yang Pernah Dialami Driver Ojol

Masih disampaikannya, untuk menghindari aksi kejahatan curas dan pembegalan, ia meminta agar masyarakat tidak keluar rumah pada malam hari, jika tidak memiliki urusan yang sangat penting.

Sementara itu, untuk menghindari aksi curanmor, ia mengingatkan masyarakat agar selalu memberikan kunci ganda di sepeda motornya.

“Imbauannya, untuk curas masyarakat jangan keluar rumah pada tengah malam kalau tidak memiliki urusan yang sangat penting. Sedangkan untuk curanmor, kalau bisa motor itu dipasang kunci ganda,” pungkasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY