Jokowi Tak Mau Berkomentar Terkait Penangkapan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu

0
52
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mau berkomentar terkait penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mau berkomentar terkait penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu.

JAKARTA, NawacitaPresiden Joko Widodo (Jokowi) tak mau berkomentar terkait penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu. Saat ditanya soal penangkapan kedua jurnalis, Jokowi langsung berbalik badan dan meninggalkan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Pada awalnya Kepala Negara bicara mengenai dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Randy dan M Yusuf Kardawi yang meninggal dunia saat berunjuk rasa di DPRD Sulawesi Utara. Keduanya jadi korban saat polisi memukul massa.

Jokowi mengakui kalau korban meninggal karena ditembak dan ia pun menyampaikan duka cita. Dia memerintahkan Kapolri mengevaluasi jajarannya dalam menangani unjuk rasa rakyat. Jokowi meminta polisi jangan represif menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Berbelasungkawa atas Meninggalnya Dua Mahasiswa di Kendari

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya 23 korban jiwa dalam gempa di Ambon, Maluku.

Lalu, wartawan pun menanyakan soal penangkapan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu oleh aparat Polda Metro Jaya. Keduanya memang tak ditahan, tapi Dandhy Laksono dijadikan tersangka karena cuitannya soal Papua di media sosial dinilai oleh polisi mengandung unsur kebencian.

Dandhy Laksono selama ini dikenal sebagai jurnalis yang kritis. Ia kerap mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat melalui karya-karyanya. Film garapannya berjudul ‘Sexy Killer’ juga sempat “memerahkan” kuping penguasa dan penjahat lingkungan.

Ketika wartawan menanyakan terkait penangkapan Dandhy Dwi Laksono Cs, Jokowi tak mau menjawab. Ia langsung berbalik badan dan meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berdiri di belakangnya menjawab pertanyaan wartawan.

Setelah itu Jokowi langsung meninggalkan wartawan dan masuk ke Istana.

Pratikno juga tak mau berbicara banyak mewakili sikap pemerintah atas penangkapan Dandhy Dwi Laksono yang dikritisi oleh berbagai kalangan bahwan warganet menyuarakan gerakan #BebaskanDandhy di media sosial.

Baca Juga: Ananda Badudu, Musisi dan Aktivis Ditangkap Polisi

Pratikno hanya berkata “ya saya akan komunikasikan dengan pak Kapolri. Makasih ya.” Sebagaimana diketahui, Dandhy Dwi Laksono yang juga pendiri Watchdoc ditangkap polisi di kediamannya di kawasan Pondok Gede, Bekasi, pada Kamis 26 September 2019 malam.

“Saya terkejut tiba-tiba petugas ke rumah dan menunjukkan materi yang saya twit, kemudian konfirmasi apakah itu twit saya, saya jawab betul terkait Papua peristiwa tanggal 23 (September) kemarin,” ucap Dandhy di Mapolda Metro Jaya.

Setelah Dandhy Dwi Laksono, polisi menangkap Ananda Badudu.

“Saya dijemput Polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa,” ujarnya.

oknws.

LEAVE A REPLY