Dian Sastro Diberi Gelar Putri Reformasi

0
59
Dian Sastrowardoyo.
Dian Sastrowardoyo.

JAKARTA, Nawacita – Nama Dian Sastrowardoyo sedang disorot masyarakat usai disebut bodoh oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly. Setelah itu, Dian justru diberikan gelar Putri Reformasi.

Predikat tersebut datang dari Sudjiwo Tedjo, budayawan sekaligus seniman. Pria yang kerap dijuluki sebagai Presiden Jancukers itu menyampaikannya lewat cuitannya di Twitter pada Rabu 25 September 2019. Sudjiwo Tedjo tampaknya kagum dengan Dian Sastrowardoyo.

Dalam cuitannya, ia menyertakan tautan pemberitaan soal tanggapan Dian yang telah disebut bodoh oleh Menkumham.

Dian Sastrowardoyo

Baca Juga: Dian Sastro Mengaku Tak Akan Bungkam Disentil Yasonna

“Dengan pernyataan Dian Sastro yang begini, maka Republik #Jancukers memberi gelar padanya Puteri Reformasi. Namanya pun kami ubah dengan tumpeng 8 penjuru angin menjadi: Dian yang tak kunjung padam. Nama panggilannya, Yang,” tulisnya.

Cuitannya itu menarik perhatian publik hingga sukses di retweet oleh 1000 warganet dan mendulang 1.600 likes. Banyak dari warganet yang menyetujui penganugerahan gelar untuk bintang film Ada Apa dengan Cinta tersebut.

“Hidup Dian yang tak kunjung padam,” celoteh salah satu warganet.

Sebelumnya, Dian Sastro mengkritisi Rancangan Undang-Undang KUHP melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Jumat, 20 September 2019. Dalam unggahan tersebut Dian menuliskan pasal-pasal yang dinilai absurd, salah satunya mengenai korban pemerkosaan akan dihukum empat tahun penjara jika ingin menggugurkan janinnya.

Baca Juga: Penjelasan Menkumham Terkait Pasal Kontroversial di RKUHP

Kritik yang dituliskan Dian rupanya sampai pula ke telinga Yasonna Laoly. Dalam wawancara bersama salah satu media online, Menkumham itu menyebut Dian Sastro terlihat bodoh lantaran tidak terlebih dahulu membaca Undang-Undang.

Dian pun tak tinggal diam saat dibilang bodoh. Ia memberikan jawaban bijak lewat InstaStory nya pada 24 September 2019. Dian seakan mengajak untuk kembali mengkaji Rancangan Undang-Undang yang kini jadi perdebatan.

“Karena lebih baik kita merasa bodoh dan terus belajar daripada sudah merasa tahu semuanya,” tulis Dian.

oknws.

LEAVE A REPLY