Video Lama Digoreng, KPK Bantah Briefing Mahasiswa Sebelum Demo DPR

0
304
Foto istimewa

JAKARTA, nawacita – KPK membantah adanya narasi yang menyebutkan bahwa aksi mahasiswa yang terjadi besar-besaran saat ini dilatari koordinasi dengan lembaga antikorupsi itu. Narasi itu dibentuk melalui video yang menyebar di media sosial.

Wakil Ketua KPK Saut Situmirang menegaskan tidak ada dorongan dari KPK agar para mahasiswa bergerak untuk demonstrasi besar-besaran. Saut menilai gerakan mahasiswa itu adalah wujud perhatian mereka akan isu publik.

“Iya (bukan sebagai penggerak), untuk apa? Kalau kita menggerakkan mereka, nggak dalam posisi kita,” kata Saut di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).

Sementara itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberikan klarifikasi soal isu liar yang awalnya muncul dari adanya video yang tersebar di media sosial yang menunjukkan adanya diskusi di KPK bersama mahasiswa.

Febri menyebut video itu merupakan kegiatan KPK menerima kedatangan mahasiswa dan aktivis antikorupsi pada 12 September 2019.

Saat itu Presiden Jokowi telah meneken Surat Presiden (Surpres) untuk revisi UU KPK. Kedatangan mahasiswa dan para aktivis ke KPK itu disebut Febri sebagai bentuk dukungan melawan revisi UU KPK yang dianggap melemahkan tersebut

“Peristiwa itu bukan pengumpulan BEM sebelum aksi di DPR, tetapi KPK menerima kedatangan perwakilan masyarakat sipil, akademisi dan juga beberapa pimpinan BEM pada 12 September 2019,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (24/9/2019).

“Bahkan pada saat itu, KPK juga mempublikasikan melalui rilis ke media bahwa KPK menerima audiensi tersebut di ruang konferensi pers KPK,” imbuhnya.

Febri turut menyampaikan ajakan agar menghargai niat tulus publik menyuarakan pendapatnya. Aksi yang digalang mahasiswa saat ini dinilai KPK jangan sampai ditunggangi kepentingan tertentu.

“KPK mengajak semua pihak menghargai niat tulus dari para mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan pendapatnya. Jangan sampai mahasiswa dituduh digerakkan oleh pihak-pihak tertentu,” sebutnya.

Dari catatan redaksi, pertemuan dalam video yang beredar itu terjadi pada saat Presiden Jokowi telah menandatangani Surat Presiden (Surpres) terkait revisi UU KPK. Saat itu mahasiswa dan akademisi datang ke KPK sejak Rabu, 11 September 2019 pada pukul 21.00 WIB hingga dini hari pada Kamis, 12 September 2019.

Saat itu para mahasiswa menyalakan lilin berukir S.O.S sebagai bentuk dukungan terhadap KPK. Mereka menyalakan lilin tanda bahaya karena Indonesia semakin dirundung darurat korupsi dengan adanya Calon Pimpinan KPK yang bermasalah, revisi UU KPK, dan revisi UU KUHP.

Febri ketika itu menyebut ada sekitar 75 mahasiswa yang berencana bermalam di KPK sebagai simbol menjaga KPK dari pelemahan.

Setelahnya, pertemuan dilakukan yang dihadiri oleh BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Trisakti, BEM Universitas Indraprasta PGRI, BEM UIN Jakarta, Gerakan Antikorupsi Lintas Perguruan Tinggi, Ahli Hukum Pidana UI Gandjar Laksmana Bonaprapta, Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari, Pegiat Antikorupsi Saor Siagian, dan pegiat antikorupsi dari Gerakan Antikorupsi Lintas Perguruan Tinggi. (Alf/teropongsenayan)

 

LEAVE A REPLY