PerCa Berharap Diberi Kemudahan Dalam Pengurusan Dokumen Kewarganegaraan

0
40

Surabaya, Nawacita – Organisasi PerCa (Perkawinan Campuran) Indonesia wilayah Jawa Timur bersama dengan Kemenkumham RI Dirjen Keimigrasian Menyelenggarakan seminar dengan mengambil tema ”Perkawinan Campuran dan Anak berkewarganegaraan Ganda Terbatas “. kegiatan ini Bertempat di Garden Palace Hotel Surabaya Selasa (24/2019) pagi.

PerCa saat ini sendiri sangat integan dan terus melakukan sosialisasi tentang perkawinan campuran dan kewarganegaraan ganda ini. Karena tidak semua pasangan kawin campur mengerti dan memahami aturan yang baru ini

kami Mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Direktur izin tinggal dan status keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi karena telah menunjuk jatim sebagai tempat acara sosialisasi ini.”  tutur  Priyo Wibawa selaku Kepala divisi keimigrasian badan kantor Kemenkumham wilayah jatim

Priyo Wibawa menerangkan , Seiring dengan reformasi disegala bidang yang telah merubah paradigma dalam berbagai aspek ketatanegaraan telah membawa pengaruh yang besar terhadap terwujudnya persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia sebagai bagian dari hak asasi manusia.

“Segala kebijakan dan ketentuan yang sudah diatur belum seluruhnya tersosialisasikan di kalangan umum khususnya pelaku keluarga perkawinan campuran.” Imbuhnya

Demikian pula status anak berkewarganegaraan ganda terbatas yang diberikan sampai usia 18 tahun, kurang dipahami oleh masyarakat sehingga banyak anak dari pelaku perkawinan campuran yang melewati batas usia tanpa sempat mendaftarkan kewarganegaraan Indonesianya bagi dirinya demikian pula masih terdapat kesimpangsiuran mengenai persyaratan pendaftaran, dan perbedaan persyaratan dari setiap negara sehingga menyulitkan proses pengurusan dokumen kewarganegaraan.

Disisi lain, perkawinan campuran banyak dimanfaatkan sebagai kamuflase hanya untuk memperoleh dokumen keimigrasian atau untuk memperoleh status kewarganegaraan Indonesia melalui modus pemberian uang dan selanjutnya timbul hal -hal yang tidak diinginkan seperti perdagangan perempuan WNI untuk pelacuran sekaligus bentuk eksploitasi seksual dan perbudakan di luar negeri.

oleh sebab itu, dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan angin segar informasi dan pemahaman yang luas dalam pelaksanaan ketentuan dan perundang-undangan yang terkait dengan kebijakan kewarganegaraan, keimgrasian serta administrasi kependudukan maupun catatan sipil bagi masyarakat umum khususnya pelaku keluarga perkawinan campuran

PerCa Indonesia juga saat ini sudah fokus pada tiga tugas yakni mengadvokasi, sosialisasi, dan konsultasi,” tutur Melva Nababan selaku Dewan pengawas Perca Indonesia

Terkait aturan-aturan dari pemerintah yang memberatkan pelaku kawin campur serta anak-anaknya, Melva mengaku sudah maju ke Mahkamah Konstitusi untuk memberi wawasan kondisi di lapangan sehingga ada sedikit kemudahan dalam pengurusan dokumen kewarganegaraan serta administrasi kependudukan.

“Penyuluhan seperti ini sangat baik karena dapat berkomunikasi langsung dengan pimpinan keimigrasian jadi langsung ada solusi sehingga dikemudian hari tidak terjadi masalah.” ujar Melva

PerCa sendiri berdiri tahun 2008, PerCa Indonesia sudah mempunyai sekitar 2000 anggota yang tercatat dari beberapa wilayah antara lain Batam, Balikpapan, Bali, Jawa Tengah, Jogja, Lombok, Jawa Timur, Padang. Juga telah terbentuk Sahabat-sahabat PerCa di Singapore, Australia dan Washington DC.

turut hadir sekaligus sebagai narasumber yang terdiri dari Priyo Wibawa selaku Kepala divisi keimigrasian kantor wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Debi laksmi dari direktorat izin tinggal keimigrasian,  Badan Penelitian dan pengembangan hukum dari Balitbang, Bapak Zefrizal dan Kasubdit status kewarganegaraan dirjen AHU ibu Delmawa,

mereka berjanji siap membantu apabila dibutuhkan bahkan saat ini juga dapat membantu apabila peserta membawa berkas-berkas yang dibutuhkan.

sebelum acara sosialisasi ini ditutup diadakan sesi Photo bersama selanjutnya diadakan makan bersama sama untuk menambah keakraban

dny

 

 

LEAVE A REPLY