Pemprov Jatim Bentuk Satgas Khusus Inventarisasi Aset

0
55
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membentuk Satgas Inventarisasi Aset Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membentuk Satgas Inventarisasi Aset Jawa Timur.

SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Aset guna menginventarisir sekaligus percepatan penyelesaian aset yang tersebar di berbagai daerah di Jatim.

Satgas aset yang terdiri dari sejumlah OPD di Pemprov Jatim, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. “Kurang lebih ada seribu aset yang belum teregistrasi dengan legalitas yang baku. Ada juga aset yang berstatus sengketa pindah kepemilikan dan sebagainya.

Kita akan inventarisasi ulang dan identifikasi statusnya saat ini seperti apa. Jika dalam status sengketa maka akan ditentukan langkah penyelesaian berikutnya,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa seusai memimpin upacara dan membuka Bulan Bhakti Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) ke-59 di Surabaya, Selasa (24/9/2019).

Baca Juga: Hari Pertama Pembebasan Sanksi Administratif Pajak Kendaraan Bermotor Masyarakat Jatim Antusias, Antrian Mengular

Nantinya, kata dia, tidak ada lagi Barang Milik Negara (BMN) yang berstatus tidak jelas. Artinya, seluruh aset memiliki kepastian hukum dan dikuasai penuh oleh Pemprov Jatim. Sehingga dapat lebih optimal pemanfaatannya.

Pelibatan institusi lain dalam Satgas tersebut, kata Khofifah, merupakan upaya mengurai benang kusut inventarisasi aset secara komprehensif. “Tidak sulit jika kita bersinergi dan berupaya keras untuk menyelamatkan aset negara tersebut. Karena banyak sekali, ada barangnya tapi suratnya tidak ada, atau sebaliknya, atau sudah pindah kepemilikannya dan sebagainya,” kata dia.

Khofifah menjelaskan, Satgas Aset yang akan dibentuk tersebut akan melakukan pemilahan varian masalah. Selanjutnya, satgas akan menginventarisasi guna penanganan yang lebih optimal sesuai dengan bidangnya.

“Akan ada tim internal dari Pemprov Jatim, gabungan dengan BPN, serta Kejati Jatim. Di luar itu saat ini juga sudah ada tim satgas yang terdiri dari tim pemprov, kejaksaan tinggi serta tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) dari KPK. Jadi walau beda-beda treatmentnya, tapi endingnya sama. Yaitu kembalinya aset milik negara,” kata dia.

Selain membentuk Satgas Aset, tambah Khofifah, Pemprov Jatim juga akan mendukung proses modernisasi dan sistemasi yang tengah digalakkan Kanwil BPN Provinsi Jatim. Dengan adanya sistem layanan tersebut, Khofifah berharap akan menjadi percepatan dalam pelaksanaan sertifikasi khususnya target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jatim serta proses Inventarisasi Aset milik Pemprov, Pemkab dan Pemkot se-Jatim.

“Asahlah besi selagi masih panas. Jadi maksud tagline itu, ayo kita bersama menggaungkan semangat untuk memaksimalkan inventaris aset BMN baik milik provinsi, kabupaten atau kota di seluruh Jatim melalui peringatan Hari Agraria ke-59 serta rangkaian Hari Ulang Tahun Jatim ke-74,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jatim, Hery Santoso mengatakan, BPN telah memulai sistemasi elektronik di lima kantor di Jatim. Kelimanya tersebar di Surabaya dengan dua kantor, Gresik, Sidoarjo dan Bojonegoro. “Rencananya program tersebut akan dicanangkan di seluruh kantor di Jatim mulai September hingga akhir 2019,” kata dia.
Baca Juga: HUT Jatim Ke-74, Pemprov Bebaskan Sanksi Administratif Pajak Kendaraan Bermotor

Melalui sistemasi elektronik tersebut, kata Hery, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengajukan Permohonan Pemasangan Hak Tanggungan (PPHT). Masyarakat tidak perlu datang langsung ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), melainkan lewat online.

Terlebih lagi, Kanwil BPN mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai bank di seluruh Jatim untuk membuat sistem perbankan juga menjadi online. “Bila ada pemohon pemasangan hak tanggungan, akan kita layani secara elektronik dan tepat hari ketujuh sudah harus terbit,” pungkas dia.

sdnws.

LEAVE A REPLY