Walkot Malang lakukan Ground Breaking Proyek Pengembangan Stasiun KA Malang

0
67

Malang,Nawacita – Malang Merupakan kota wisata yang mampu mengundang minat wisatawan dari kota-kota lain di Indonesia sebagai tujuan utama dalam hal pariwisata. Hal ini ditunjang dengan keadaan geografisnya yang sangat potensial, serta dengan sarana maupun prasarana transportasi yang ada. Oleh karena itu, stasiun merupakan salah satu faktor yang penting sebagai transit wisatawan yang datang ke Kota Malang.

Stasiun Malang (ML) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe a yang terletak di Kidul Dalem, Klojen, Malang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +444 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi 8 Surabaya dan merupakan stasiun kereta api terbesar di kota malang. Stasiun ini memiliki sembilan jalur kereta api. lokasi stasiun ini sangat strategis karena terletak tidak jauh dari Alun-Alun Bundar, kompleks SMA tugu (SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 malang), Gedung DPRD kota Malang, Balai kota Malang, Pasar Klojen, dan Komplek Markas Satuan di bawah Kodam V Brawijaya.

Setiap tahunnya, tercatat jumlah penumpang KA di Stasiun Malang selama tahun 2018 berjumlah 1.787.286 penumpang. Jumlah ini naik 21% dibandingkan tahun 2017 dengan jumlah penumpang 1.478.370. Untuk tahun 2019, jumlah penumpang periode Januari sampai dengan Agustus berjumlah 533.409 penumpang, jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Dalam rangka pengembangan perkeretaapian khususnya di Stasiun Malang, Selasa (24/9), Walikota Malang Sutiaji secara langsung meletakkan batu pertama (groundbreaking) proyek pengembangan Stasiun KA Malang Tahap I. Acara groundbreaking yang bertempat tersebut dihadiri oleh Kadishub Jatim, Kepala Cabang Jasa Raharja Jatim, jajaran Manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya, Kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat.

Acara groundbreaking pembangunan ini dibuka dengan 3 sesi kata sambutan dari Walikota Malang, Corporate Deputy Director of Exiting Bussiness Development PT KAI dan Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya.

Stasiun Malang mempunyai daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara, dengan bangunan heritage, sehingga dibutuhkan penataan yang terintegral agar kawasan Stasiun Malang menjadi rapih dan bersih. “Dengan adanya pembangunan ini, bisa semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Malang, ” ujar Wali Kota Malang Setiaji

Sementara dari Corporate Deputy Director of Exiting Business Development PT KAI, Rochsjid Budiantor menyampaikan,” Pembangunan Stasiun Malang tahap 1 dimaksudkan guna bisa mengantisipasi lonjakan peningkatan  jumlah penumpang di masa yang akan datang di Stasiun Malang. Dengan konsep desain pengembangan Stasiun Malang terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur yang berlokasi di antara Kab.Malang dan Kota Baru”.

Sedangkan dalam kata sambutan dari Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Suryawan Putra Hia berharap,” Bahwa tekad kita untuk mengembangkan transportasi di wilayah Jatim agar terus maju, sehingga bisa sejajar dengan transportasi perkeretaapian di Jakarta, khususnya di sektor kereta api komuter”.

Adapun konsep desain pengembangan Stasiun Malang terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur yang berlokasi di antara kabupaten Malang dan kota Batu. Citra gunung tersebut diterapkan dalam bentuk desain bangunan Stasiun Malang.

Desain pengembangan Stasiun Malang ini menggunakan konsep sirkulasi pengkondisian udara yang memberikan sistem yang go green. pengembangan Stasiun Malang terintegrasi dengan bangunan Stasiun Malang eksisting dan dibangun skybridge sebagai penghubung antara Stasiun Malang sisi timur dan sisi barat. Pengembangannya Stasiun Malang ini akan dilakukan 2 tahap, saat ini adalah tahap I yang berupa pembangunan stasiun malang sisi timur dan pembangunan skybridge. Nantinya Stasiun Malang hasil pengembangan tahap I akan mempunyai luas bangunan 2.086 m2, luasan Parkiran 7.826 m2 dan ukuran skybridge 6,5 x 72 m.

Pada bangunan baru Stasiun Malang ini, nantinya bisa menampung kapasitas penumpang sebanyak 2.450 orang. Nilai proyek pembangunan tahap I ini menelan biaya Rp 54,5 Milyar

Manajer Humas Daop 8 Surabaya mengatakan, PT KAI Daop 8 Surabaya akan terus meningkatkan layanan Stasiun Malang, sehingga transportasi kereta api dapat terus berkompetitif dengan angkutan moda darat lainnya.

“Dengan dikembangkannya Stasiun Malang ini, diharapkan dapat semakin memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang pengguna jasa kereta api dan dapat membantu meningkatkan perekonomian kota Malang dari sektor pariwisata. Inilah Kado spesial di HUT KAI yang ke-74 Bagimu Negeri,” Tandas Suprapto.

Daop 8/dny

LEAVE A REPLY