Pengelola SBSN Kemenag Wajib Patuhi Akuntabilitas Projek Pembangunan Kampus

0
68
Rapat Koordinasi dan Evaluasi SBSN pada Selasa, (10/09), di Jakarta.

Jakarta, Nawacita – Kementerian Agama tahun ini membangun sejumlah sarana prasarana di 41 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan sumber biaya dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Agar semua pembangunan berjalan sesuai dengan nawacita.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin mengingatkan para pengelola untuk benar-benar memahami manajemen projek pembangunannya. Pemahaman ini penting agar para pelaksana pembangunan dapat menjalankan fungsinya sebagai pelaksana secara akuntable, sekaligus mengontrol progres pembangunan.

“Tata kelola projek harus dipahami secara serius oleh para pelaksana dan harus memiliki komitmen yang tinggi agar projek SBSN berjalan dengan baik,” ujar Kamaruddin saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi SBSN pada Selasa, (10/09), di Jakarta.

Alumni Bon University ini juga mengingatkan agar para pelaksana SBSN mengupdate perkembangan pembangunan kepada pimpinan PTKIN. “Ajak Pak Rektor untuk turun ke lapangan memantau projek secara langsung sehingga tahu dan paham masalah sehingga dapat mengambil kebijakan yang efektif dan produktif,” tuturnya.

Pesan lain yang disampaikan Guru Besar Hadits ini adalah agar para pelaksana SBSN mengedepankan integritas, amanah, dan akuntabilitas. Untuk mendapatkan angaran besar, termasuk dari SBSN membutuhkan perjuangan, kerja keras dan diskusi dengan para pihak, sehingga tidak boleh disia-siakan.

“Saya merasa tidak nyaman kalau ada anggaran tidak bisa direalisasikan karena akan merugikan masyarakat, mestinya bisa dimanfaatkan untuk membangun sarpras lain,” tandas Kamaruddin.

Kamaruddin juga berpesan kepada 80 Pelaksana Teknis SBSN agar tidak ada lagi bangunan yang mangkrak. Karenanya harus melakukan langkah-langkah strategis, antara lain: koordinasi intensif dengan kontraktor, buat jadwal yang sangat ketat, tambah personilnya menjadi tiga shift, dan tidak boleh berhenti bekerja.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori mengatakan ada 35 PTKIN yang mendapat amanah pembangunan sarpras kampus dengan biaya SBSN pada tahun anggaran 2019. Total anggarannya mencapai 870miliar. Selain itu,  ada juga 6 PTKIN lainnya yang secara teknis di bawah koodinasi Projek Manajemen Unit (PMU) Six in One.

Ruchman mengatakan proyek SBSN diperuntukan untuk membangun ruang kelas pembelajaran, laboratorium, perpustakaan, student center dan sarana lainnya. “Dari tahun ke tahun tata kelola proyek SBSN kita terus perbaiki sehingga amanah membangun sarpras dapat berjalan dengan optimal,” katanya.

Kegiatan Koordinasi dan Evaluasi SBSN dilaksanakan tanggal 9-10 September 2019. Tampil memberikan materi dan pendampingan, perwakilan dari Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan. (RB/kemenag)

LEAVE A REPLY