Smart Metropolis, 9 Imajinasi Presiden Jokowi Soal Ibu Kota Baru

0
66
Presiden RI, Joko Widodo.
Presiden RI, Joko Widodo.

JAKARTA, Nawacita “Imajinasi untuk ibu kota dengan ciri “smart metropolis” itu hendak diwujudkan pada periode kedua pemerintahannya yang akan berakhir 20 Oktober 2024. Awal 2024 atau akhir 2023, ibu kota sudah bisa pindah,” ujar Jokowi saat menjelaskan keyakinannya dalam bincang ringan yang diakhiri makan siang di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Ia menyebut, ibu kota baru akan menjadi sebuah kota masa depan untuk mewujudkan visi Indonesia, 100 tahun atau 200 tahun ke depan dengan tata kelola yang sama sekali baru.

Berikut gambaran dari konsep ibu kota baru yang imajinasikan Jokowi sebagai “smart metropolis” dan akan diwujudkan oleh badan otorita yang akan segera dibentuk:

1. Memuliakan Pejalan Kaki, Ibu kota baru didesain pertama-tama agar mobilitas penghuninya untuk menunjang aktivitasnya dilakukan hanya dengan berjalan kaki. Pilihan kedua menggunakan sepeda. Pilihan ketiga menggunakan transportasi publik yang ramah lingkungan. Pilihan keempat, jika harus menggunakan mobil pribadi, mobil yang dipakai mobil ramah lingkungan seperti mobil listrik.

Baca Juga: Jokowi Naik Kapal Patroli Tinjau Waterfront City Pontianak

2. Pendidikan dan Kesehatan Berkualitas, Di ibu kota baru itu, akan ada pusat pendidikan dalam hal ini universitas dengan rektor kelas dunia dan rumah sakit yang berkualitas. Teknologi kedokteran super modern akan dikembangkan di rumah sakit yang skalanya besar dan berkualitas tersebut di kota baru ini.

3. Silicon Valley Indonesia, Kota baru ini akan dibangun secara terintegrasi dengan bidang industri 4.0. Jokowi menyebut, kota baru ini akan jadi tempat bagi Silicon Valley Indonesia. Industri kreatif yang terkait dengan anak-anak muda dikembangkan di sana.

4. Tinggi Bangunan Dibatasi, Di ibu kota baru itu, tinggi bangunan akan dibatasi. “Tidak akan ada bangunan yang tinggi-tinggi,” ujar Jokowi.

5. Pertama Bangun Tempat Ibadah, Untuk memanfaatkan lahan negara seluas 180.000 hektare, pada tahap pertama, 4.000 hektare dari 10.000 hektar yang disiapkan, tempat ibadah akan dibangun pertama-tama. Setelah itu, dibangun Istana Kepresidenan dan taman atau kebun raya. “Kementerian-kementerian dibangun berikutnya,” ujar Jokowi.

6. Sayembara Nama Ibu Kota, Untuk memberi nama ibu kota baru itu, Jokowi mengimajinasikan akan ada sayembara atau lomba yang bisa diikuti publik. Sayembara atau lomba memungkinkan proses terbuka, ada kompetisi yang baik serta bisa dilihat oleh publik.

7. Tiga Tahun Selesai, Berdasarkan studi dan dialognya dengan beberapa pihak, seperti PM Malaysia Mahathir Mohamad yang punya pengalaman memindahkan ibu kota, Jokowi membayangkan pembangunan ibu kota baru untuk bisa dipakai akan memakan waktu tiga tahun. Dengan waktu pembangunan tiga tahun itu, ibu kota bisa pindah akhir 2023 atau awal 2024.

Baca Juga: Jokowi Keluhkan Perusahaan Asing yang Enggan Investasi ke Indonesia

8. Dibiayai Rakyat, Untuk keperluan pembiayaan pembangunan ibu kota baru yang dirancang sekitar Rp 466 triliun, Jokowi mengimajinasikan bisa ditutup dengan menjual lahan negara di kawasan yang tengah disiapkan. Dari 180.000 hektare, secara jangka panjang akan dikembangkan 40.000 hektar.

Tahap pertama akan dikembangkan 4.000 hektare dari 10.000 hektar. Sisa tanah dari rencana jangka panjang setelah dipergunakan 10.000 hektar yaitu 30.000 hektar akan dijual ke rakyat. “Jika per meter dijual Rp 2 juta, akan didapat Rp 600 triliun. Kita ingin, yang membiayai pembangunan ibu kota baru ini adalah rakyat,” ujar Jokowi berimajinasi.

9. Dua Tahun Harus Bangun, Untuk tanah yang akan dijual dan dibeli rakyat dengan batasan luas tertentu itu, akan dibuat aturan bahwa selama dua di tahun tanah itu harus didirikan bangunan. Jika tidak direalisasikan pembangunannya, sertifikat lahan akan disita.

Sembilan pokok imajinasi Jokowi yang disampaikan dalam suasana ringan, rileks, dan penuh optimisme. Untuk imajinasi ini, Jokowi optimistis dan yakin akan mudah diwujudkan karena pembangunan dimulai dari nol dan tidak ada kepentingan pribadi. “Ini akan rumit diwujudkan jika ada kepentingan-kepentingan (vested interest),” ujar Jokowi.

ikbnws.

LEAVE A REPLY