Kisah Cinta Presiden Pertama RI Soekarno-Hartini

0
57
Kisah Cinta Presiden Pertama RI Soekarno-Hartini.
Kisah Cinta Presiden Pertama RI Soekarno-Hartini.

SURABAYA, NawacitaMENDENGAR nama soekarno mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. sosok pria yang akrab disapa Bung Karno ini adalah Presiden Pertama Republik Indonesia (RI).

Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 merupakan pasangan suami istri (Pasutri) Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Tidak sedikit perjuangan Bung Karno dalam memperjuangkan Kemerdekaan RI.

Dibalik perjuangan dalam meraih kemerdekaan, Pria yang meninggal dunia pada 21 Juni 1970 ini juga memiliki istri lebih dari satu orang. Siapa saja istri Sang Proklamator ini?

Dari catatan sejarah dan berbagai sumber yang diperoleh pers, Presiden Pertama Periode 1945 hingga 1967 ini memiliki 9 orang istri.

Baca Juga: Kisah Riwayat Hidup Kiai Kharismatik KH Maimoen Zubair

Yakni, Siti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi Soekarno, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo dan Heldy Djafar.

Hartini adalah sosok perempuan pendamping Presiden Bung Karno, setelah Fatmawati. Hartini merupakan istri keempat Bung Karno. Perempuan itu anak Osan. Ayah Hartini sendiri adalah pegawai Departemen Kehutanan.

Berdasarkan data dan berbagai sumber yang diperoleh pers, Hartini, kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, pada 20 September 1924. Semasa kecil, Hartini menamatkan Sekolah Dasar (SD), di Malang, Jawa Timur. Di mana Hartini merupakan anak angkat oleh keluarga Oesman di Bandung.

Usai menempuh pendidikan SD di Malang, Hartini melanjutkan jenjang pendidikan di Nijheid school (Sekolah Kepandaian Putri) di Bandung. Hartini menyelesaikan pendidikan SMP dan SMU di Bandung, Jawa Barat.

Semasa remaja, Hartini memiliki paras cantik. Ketika sudah beranjak dewasa Hartini menikah dengan Soewondo. Sejak menikah Hartini menetap di Salatiga.

Pada tahun 1952, Hartini berkenalan dengan Soekarno di Salatiga. Saat pertemuan pertama itu Bung Karno langsung menaruh hati dengan Hartini. Jatuh cinta, pada pandangan pertama. Di mana pertemuan itu berawal saat Bung Karno meresmikan Masjid Syuhada.

Berselang, sekira satu tahun kemudian, Soekarno dan Hartini kembali bertemu saat peresmian teater terbuka Ramayana di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Baca Juga: Kisah Horor #KKN di Desa Penari Masih Jadi Misteri

Dari pertemuan itu Soekarno, sempat mengirimkan sepucuk surat kepada Hartini dengan nama samaran Srihana. Surat itu disampaikan oleh salah kerabat Bung Karno.

Pada 15 Januari 1953 atau dua hari setelah Guruh Soekarnoputra lahir, Bung Karno meminta izin dengan istrinya, Fatmawati untuk menikahi Hartini. Permintaan Bung Karno tersebut langsung mendapatkan restu dari Fatmawati.

Namun, izin dari Fatmawati menuai protes dari berbagai organisasi wanita. Seperti, Perwari yang anti poligami. Pada 7 Juli 1953, Soekarno dan Hartini, menikah di Istana Cipanas.

Bersama Hartini, Soekarno banyak bertemu dengan tamu negara. Pimpinan negara Kamboja, Vietnam dan istri raja Jepang, misalnya. Sosok Hartini merupakan tipikal wanita Jawa teladan.

Sebab, berbakti kepada suami meskipun di madu dan tetap menemani Soekarno, hingga meninggal dunia. Pada tahun 1964, Hartini pindah ke salah satu paviliun di Istana Bogor.

Hartini ikut mendampingi acara kenegaraan Soekarno di Istana Bogor, antara lain menemui Ho Chi Minh, Norodom Sihanouk, Akihito dan Michiko.

Baca Juga: Kisah Haru Pilot Turun Jabatan, Demi Dapat Terbang Bersama Anaknya

Berdasarkan catatan sejarah, Hartini banyak mengisi paruh kehidupan Soekarno. Hartini merupakan perempuan Jawa yang setia, nrimo dan penuh bekti terhadap guru laki.

Hartini meninggal di Jakarta 12 Maret 2002, dalam usia 77 tahun. Hartini dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak.

Hartini meninggalkan enam orang anak. Yakni, Bayu Soekarnoputra dan almarhum Taufan Soekarnoputra (berayah Bung Karno) serta Siti Suwandari, Herwindo, Tri Harwanto, dan Sri Wulandari (berayah Soeswondo).

oknws.

LEAVE A REPLY