PT Semen Indonesia Catat Penjualan 13,4 Juta Ton

0
34
PT Semen Indonesia.
PT Semen Indonesia.

Jakarta, NawacitaPT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berhasil mencatatkan volume penjualan hingga Juli 2019 untuk pasar semen domestik sebesar 13,492 juta ton.

Penjualan tersebut di luar dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)/Holcim yang diakuisisi SMGR pada awal tahun ini. Pencapaian ini di tengah kondisi pasar semen nasional yang kian kompetitif.

SVP of SMO & Communication Semen Indonesia, Ami Tantri mengatakan yakin permintaan akan semen terus meningkat, mengingat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur dalam negeri terus bergeliat.

“Kami optimis penjualan akan lebih baik, kita akan fokus dari sisi penjualan dalam negeri atau domestik,” kata Ami dalam acara ‘Public Expose Live 2019’ di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Sementara dari sisi ekspor penjualan perseroan di luar Holcim yang berasal dari fasilitas Indonesia mencapai 1,879 Juta ton. Sementara penjualan domestik Holcim hingga Juli 2019 mencapai 5,396 juta ton. Sedangkan ekspor Holcim mencapai 240.060 ton.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono, menjelaskan keberhasilan perusahaan mengakuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, terbukti menjadi katalis yang kuat dalam menopang kinerja bisnis grup secara keseluruhan.

“Hal ini nampak jelas dari kontribusinya terhadap catatan volume penjualan grup yang mencapai 5,636 juta ton, atau setara dengan 26,5% dari total volume penjualan Semen Indonesia Group,” kata Sigit.

Sedangkan kinerja keuangan perusahaan. Di sepanjang semester I/2019 ini, pendapatan Semen Indonesia Group tumbuh sebesar 22,9%, menjadi Rp16,351 triliun dibandingkan semester I/2018 sebesar Rp13,308 triliun.

Biaya pendapatan juga mampu ditekan turun sebesar 2,4% seiring dengan bergabungnya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, sehingga sinergi yang ada dapat menekan biaya penjualan per ton yang harus ditanggung.

“Beberapa bentuk sinergi secara grup yang mampu diinisiasi sejak bergabungnya PT SBI diantaranya, pengadaan batubara yang lebih terintegrasi pada level grup sehingga mendapatkan harga yang lebih baik dan kompetitif, menata ulang jaringan distribusi secara grup guna memastikan margin yang optimal sekaligus menekan biaya layanan yang harus dikeluarkan perusahaan serta pengurangan faktor klinker,” kata Sigit.

Sigit Wahono menambahkan Semen Indonesia Group semakin yakin dan optimistis dalam menapaki potensi bisnis ke depan. Di tengah tantangan pasar yang semakin kompleks, Semen Indonesia Group memiliki modal kuat dalam hal penguasaan pasar yang semakin kokoh dengan hadirnya PT SBI dalam jaringan perusahaan.

“Persaingan pasar bebas yang sudah di depan mata dengan mulai berdatangannya kompetitor-kompetitor dari luar negeri membuat faktor penguasaan pasar menjadi sangat penting dalam
memperkuat daya saing perusahaan,” katanya.

INLH

LEAVE A REPLY