Risma Bantah Pengusiran Mahasiswa Papua Dari Surabaya

0
68
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

JAKARTA, NawacitaIsu pengusiran para mahasiswa asal Papua dari Surabaya, dibantah oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Kalau ada anak Papua diusir di Surabaya itu tidak betul. Kabag humas saya dari Papua. Dan, beberapa camat dan pejabat saya juga dari Papua, itu tidak betul (mahasiswa Papua diusir),” ujar Risma di Kantor DPP PDIP, kawasan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Risma menjelaskan, peristiwa ini awalnya, lantaran ada penurunan bendera Merah Putih di asrama Papua. Lalu, ada ormas yang meminta kepolisian menindaklanjuti penurunan bendera tersebut.

Baca Juga: Inilah Kronologi Lengkap Kerusuhan Papua

Risma juga meminta maaf apabila ada kesalahan yang terjadi di Surabaya. Namun ia membantah terjadi pengusiran anak Papua di kotanya. Risma mengajak masyarakat kembali bersatu dan tidak terpancing emosi atas insiden ini.

“Kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya memohon maaf. Tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menghimbau masyarakat agar saling menghormati dan memperlakukan orang lain dengan baik. Pernyataan, Tito sendiri didasari pasca kerusuhan yang terjadi di Manokwari pada Senin, (19/8/19).

Baca Juga: Khofifah Beri Garansi Keamanan Mahasiswa Papua Di Jatim

“Kepada warga di luar Papua seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, perlakukan saudara-saudara kita Papua bagian dari anak bangsa. Jadi saya pikir komunikasi perlu dijalin masyarakat, jangan terpancing, baik di Papua dan di luar Papua, jangan mau diadu domba,” kata Tito.

Tito mengungkapkan, unjuk rasa di Manokwari yang berujung kerusuhan dipicu insiden terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. Unjuk rasa juga kini dilakukan massa di Jayapura.

“Di trigger adanya kejadian di Jawa Timur, khususnya di Surabaya dan Malang,” tutur Tito.

kronws.

LEAVE A REPLY