Mengenal Acrophobia, Fobia atau Ketakutan Pada Ketinggian

0
81
Ilustrasi Acrophobia.
Ilustrasi Acrophobia.

SURABAYA, Nawacita Acrophobia adalah salah satu fobia atau ketakutan yang banyak dimiliki oleh banyak orang. Seseorang yang mengalami fobia pada ketinggian bisa mengalami panik atau kecemasan yang berlebihan begitu tahu dirinya berada di ketinggian. Akibatnya, seseorang dengan kondisi acrophobia ini tidak kan mau berada di ketinggian.

Tanda-tanda acrophobia atau Fobia Ketinggian

Sebagian besar orang akan merasa tidak nyaman berada di ketinggian seperti di puncak menara atau di lantai tertinggi gedung pencakar langit. Begitu melongok ke bawah, rasa pusing atau grogi akan muncul. Namun, tidak semua orang mengalami panik berlebihan hingga menjerit dan ingin segera menjauh. Kalau Anda tidak panik meski terasa mual dan tidak nyaman, berarti masih normal.

Baca Juga: Mengenal Arachnophobia, Fobia Atau Ketakutan Berlebihan Pada Hewan Laba-laba

Secara umum tanda dari acrophobia yang terlihat jelas ada ketakutan yang besar pada ketinggian dan menyebabkan panik. Seseorang bisa menangis dengan dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Selain masalah ini, tanda acrophobia juga masih ada banyak dan bisa dikelompokkan ke dalam tanda fisik dan psikologi.

Tanda fisik acrophobia

Tanda fisik dari acrophobia terdiri dari:

  • Tubuh akan mulai berkeringat dingin dalam jumlah banyak. Di saat yang sama, dada akan terasa sangat sakit dan ketat. Detak jantung akan meningkat tajam begitu berada di ketinggian entah itu berdiri, duduk, atau sekadar memikirkannya saja.
  • Tubuh akan terasa sangat sakit tanpa sebab. Selain itu, kepala juga akan terasa berat apalagi kalau benar-benar berada di ketinggian. Kalau kondisi ini tidak segera ditolong, seseorang akan tidak nyaman dan terus-terusan merasakan sakit.
  • Tubuh akan mendadak bergetar seperti mengalami tremor saat berada di ketinggian. Akibat tremor ini saat berjalan, mengambil sesuatu, hingga berbicara pun akan mengalami masalah. Tremor akan hilang dengan sendirinya saat tidak berada di ketinggian lagi.
  • Merasakan pusing dan mual seperti akan jatuh. Meski tidak jatuh, begitu melihat ke bawah yang sangat jauh jaraknya dari ke tanah, tubuh mendadak seperti lemas dan seakan-akan ikut terjun ke bawah.
  • Orang dengan acrophobia akan benar-benar menghindari ketinggian. Saat membeli rumah mereka tidak akan memilih yang ada lantai duanya. Bahkan, hal-hal yang berkaitan dengan ketinggian seperti tangga sekalipun akan dihindari.

Tanda psikologi acrophobia

Ada beberapa tanda psikologi fobia ketinggian yang terdiri dari:

  • Selalu panik sendiri ketika melihat sesuatu yang berhubungan dengan ketinggian. Selain takut dengan tangga, melihat tower yang tinggi atau gedung pencakar langit sekalipun bisa membuat penderita merasa tidak tahan. Bahkan, saking tidak tahannya bisa langsung memicu mual.
  • Memiliki ketakutan besar kalau sampai terkunci atau terjebak di tempat yang sangat tinggi. Meski hanya membayangkannya saja, tubuh bisa menjadi lemas dan menangis.
  • Selalu mengalami kepanikan atau khawatir berlebihan saat pergi ke satu tempat baru apalagi yang berhubungan dengan ketinggian, Pergi ke mal dan naik eskalator atau lift saja bisa membuat mereka panik. Rumah adalah tempat yang dianggap paling nyaman daripada keluar rumah.
  • Selalu khawatir bertemu dengan ketinggian. Bahkan melihat film, membaca ceria, hingga menyetir kendaraan pun selalu dibayangi waswas. Kondisi khawatir yang berlebihan ini mengganggu kehidupan sosial dan produktivitas.

Penyebab acrophobia

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan acrophobia. Penyebab fobia ketinggian bisa terjadi secara alami atau memang terbentuk seiring dengan berjalannya waktu.

  • Pernah jatuh dari ketinggian seperti tangga atau bangunan yang tinggi saat kecil. Setelah jatuh tubuh akan mengalami luka baik fisik maupun psikis. Dampaknya, seseorang akan mengalami rasa takut dengan ketinggian secara berlebihan karena tidak mau mengalami jatuh untuk kedua kalinya.
  • Melihat atau menyaksikan seseorang jatuh dari ketinggian. Pengalaman ini akan membuat seseorang tidak nyaman dengan ketinggian. Bahkan, mereka merasa kalau ketinggian bisa membuat seseorang terjatuh. Efek takut ini bisa muncul dengan sendirinya saat melihat secara langsung atau dari video.
  • Memiliki pengalaman buruk dengan tempat tinggi, Tidak selalu berhubungan dengan jatuh. Nyaris jatuh atau mengalami trauma di ketinggian juga bisa menyebabkan seseorang mengalami acrophobia.
  • Terjadi dengan sendirinya. Biasanya masalah lingkungan mempengaruhi gangguan takut terhadap ketinggian. Misal karena Anda memerintahkan diri sendiri untuk menghindari atau takut dengan ketinggian. Kondisi ini akan terbentuk dengan sendirinya.
  • Melihat orang terdekat mengalami takut dan ikut takut dengan sendirinya. Hal ini bisa terbentuk sejak kecil tanpa disadari.

Apakah acrophobia atau fobia ketinggian bisa ditangani?

Penanganan fobia atau ketakutan yang berlebihan sebenarnya bisa dilakukan dengan menghindari pemicunya. Selama tidak menyebabkan masalah pada tubuh dan aktivitas, tidak perlu dipikirkan.

Baca Juga: Mengenal Nyctophobia, Ketakutan Ekstrem Pada Kegelapan atau Malam Hari

Berikut ini beberapa cara mengatasi fobia ketinggian:

  • Terapi pemaparan

    Terapi pemaparan ini dilakukan untuk membuat seseorang dengan acrophobia terbiasa dengan ketinggian. Kalau terbiasa dengan ketinggian, rasa takut biasanya akan hilang perlahan-lahan.

  • Cognitive behavioral therapy

    Terapi ini dilakukan untuk memprogram ulang apa yang terjadi pada tubuh. Misal ketakutan yang berlebihan diubah menjadi hal biasa atau dipertanyakan lagi kenapa ketakutan bisa muncul. Cara ini membutuhkan terapis.

  • Menggunakan obat tertentu

    Obat ini tidak digunakan untuk mengobati fobia, tapi gejala berlebihan yang ditimbulkan. Penderita bisa menggunakan Beta-blockers atau Benzodiazepines.

  • Menggunakan VR atau virtual reality

    Dengan menggunakan perangkat ini, penderita bisa belajar menangani rasa takutnya tanpa khawatir melukai dirinya sendiri.

Itulah beberapa ulasan acrophobia mulai dari tanda, penyebab, dan cara menanganinya dengan benar. Punya ketakutan dengan ketinggian atau biasa saja dan hanya mengalami perasaan tidak nyaman saat berada di ketinggian? Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.

dsnws.

LEAVE A REPLY