Polisi Tangkap Dirut PT JKI Terkait Pemalsuan Obat Generik

0
196
Polisi Tangkap Dirut PT JKI Terkait Pemalsuan Obat Generik.
Polisi Tangkap Dirut PT JKI Terkait Pemalsuan Obat Generik.

JAKARTA, Nawacita Jajaran Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri menangkap pria berinisial AFAP (52) karena memalsukan obat keras generik menjadi obat paten. Pria tersebut diketahui sebagai direktur utama (dirut) PT. Jaya Karunia Invesindo (JKI) yang merupakan pedagang besar farmasi (PBF) yang terdaftar di BPOM RI.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Fadil Imran mengatakan, obat-obatan tersebut diproduksi di Semarang, Jawa Tengah. Tersangka AFAP memalsukan obat-obatan dengan cara mengemas ulang obat keras dari generik jadi obat paten non generik yang memiliki harga lebih mahal.

Selanjutnya, tersangka mendistribusikan obat palsu tersebut ke 198 apotek yang tersebar di wilayah Semarang dan Jabodetabek. “Tersangka juga melakukan pemalsuan terhadap tanggal kadaluarsa, kemasan obat dan kapsul obat,” ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Senin (22/7/2019).

Baca Juga: Aparat Kepolisian Kini Diperbolehkan Patroli di Whatsapp

Fadil menambahkan, AFAP memperoleh bahan baku untuk memalsukan obat dari obat-obatan yang telah kadaluarsa. Kemudian, tersangka membongkar bahan baku itu dan melakukan rekayasa tanggal kadaluarsa dan obat palsu serta dipasang stiker palsu.

“Tersangka juga sudah mempersiapkan kemasan sekunder obat seperti alumunium foil, cetakan huruf obat, dus obat serta brosur tata cara untuk pemakaian obat itu, ditambah tanggal kedaluwarsa, hingga hologram palsu agar terlihat asli,” tuturnya.

Dalam praktiknya, tersangka mempekerjakan enam orang yang bertugas membeli bahan baku, kemudian mengeluarkan isinya, lalu dikemas ulang. Dari modus tersebut, tersangka mampu meraup untung mencapai Rp400 juta per bulan.

Baca Juga: Viral Polantas Kebingungan Didebat Profesor Hukum

“Setelah obat itu selesai direkayasa, tersangka langsung memasarkan obat itu secara langsung atas nama tersangka,” kata Fadil.

Penyidik juga menyita barang bukti berupa beberapa alat produksi seperti mesin press kompresor, mesin vacum, mesin kapsul printer, bahan pembuat obat, bahan pendukung dan obat siap edar dengan beberapa merk.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 (ayat 2 dan 3) dan/atau Pasal 197 Jo Pasal 106 (ayat 1) UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 (ayat 1) Jo Pasal 8 (ayat 1) huruf a dan/atau huruf d UU RI Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

innws.

LEAVE A REPLY