Pemprov Jatim Ambil Langkah Cepat Cegah Kebakaran Gunung Panderman Meluas

0
50
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai mengikuti ratas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Surabaya,Nawacita – Pemprov Jawa Timur mengambil langkah cepat menangani kebakaran yang melanda lereng Gunung Panderman sejak Minggu (21/7) malam. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kehutanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim segera mengambil tindakan cepat dan strategis untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas.

“Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala BPBD Jatim untuk mencegah kebakaran ini meluas dan saya terus memantau perkembangannya setiap saat,” kata Khofifah, sapaan lekat Gubernur Jatim ini di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (23/7) pagi.

Menurutnya, sampai dengan Senin (22/7) sore pukul 15.00 WIB, telah dilakukan pemadaman api di tiga titik yakni titik Parang Putih dan Tingsen, serta titik Puncak. Di titik Parang Putih dan Tingsen

api skala kecil sudah dapat dipadamkan dan sudah dibuat sekat bakar ringan serta pembakaran terbalik pada lokasi yang terjangkau. Untuk lokasi yang sulit terjangkau (terjal) serta api skala besar belum bisa dipadamkan secara konvensional. Sedangkan di titik puncak api sudah dapat dikendalikan.

“Pagi ini pukul 07.00 WIB telah dilaksanakan apel pagi penanganan lanjutan dengan titik kumpul di Rach Megastar. Penanganan ini akan menggunakan metode sekat bakar dengan estimasi panjang 5 km lebar 3 meter dan pembakaran terbalik,” terangnya.

Penanganan lanjutan ini melibatkan personil tambahan yang berasal dari Perhutani KPH Malang (30 Orang), BPBD (50 Orang), LMDH (90 Orang), KTH Pandean dan LPL Bumi Hijau (15 Orang). Serta personil Kepolisian, TNI, para relawan dan juga dengan dukungan penuh dari Pemkot Batu.

Kebakaran ini sendiri, lanjut Khofifah, sebagian besar terjadi pada tanaman bawah, serasah dan ilalang. Kondisi ini sebagian sulit dijangkau karena terjal dan bebatuan. Penyebab kebakaran diduga karena faktor alam dilihat dari sebaran titik api. Persisnya akan ditelaah tim khusus yang akan melakukan penyelidikan terkait kebakaran hutan ini.

“Untuk itu saya mengimbau kepada para pendaki untuk benar-benar mematuhi aturan pendakian, menjaga lingkungan hutan dengan baik sehingga kejadian kebakaran hutan dan lahan ini dapat kita cegah bersama,” tegasnya.

Sementara itu terkait kondisi pendaki, berdasarkan data tim gabungan dari pos pendakian Gunung Panderman tercatat 25 rombongan yang  mendaki gunung panderman sekitar 100 orang. Sampai saat ini, keseluruhan pendaki sudah dievakuasi. Selain itu juga terdapat 60 orang pendaki Gunung Butak yang juga sudah dievakuasi.

Ke depan, orang nomor satu di Jatim ini akan segera mengambil langkah strategis untuk rehabilitasi hutan. Rencananya rehabilitasi hutan akan menggunakan jenis tanaman rimba seperti Suren, Eucalyptus dan MPTS. Sebagai langkah antisipasi, dirinya juga meminta agar jajaran terkait meningkatkan pengarahan kepada pendaki tentang bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), meningkatkan pengawasan kepada pendaki atau pengunjung, serta melakukan pemasangan papan himbauan tentang bahaya Karhutla.

hms/dny

LEAVE A REPLY