Pemasangan Listrik Bagi Warga Tak Mampu Pemda Diminta Turut Membantu

0
54
Pemda Diminta Biayai Pemasangan Listrik bagi Warga Tak Mampu.
Pemda Diminta Biayai Pemasangan Listrik bagi Warga Tak Mampu.

JAKARTA, Nawacita – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pemerintah daerah (pemda) bergerak untuk turut serta mengalokasikan anggaran sambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu.

Hingga saat ini masih terdapat sekitar 500.000 rumah tangga tidak mampu belum tersambung listrik PLN karena tidak mempunyai biaya penyambungan instalasi.

“Ada setengah juta penduduk yang nggak mampu membayar biaya sambungan listrik. Ini APBD, harus bekerja keras,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kemarin.

Baca Juga: Menteri ESDM Dorong PLN Pelajari Sistem Kelistrikan China

Menurut dia, alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk penyambungan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu akan membantu pemerintah pusat dalam mewujudkan target capaian rasio elektrifikasi 99,9% tahun ini.

Dia mengaku pemerintah pusat tidak bisa mengandalkan sepenuhnya pada BUMN dan badan usaha untuk biaya sambung listrik gratis. Untuk itu, pemda perlu didorong untuk mengalokasikan APBD-nya agar masyarakat tidak mampu bisa segera menikmati listrik.

“Saya masih pusing mengumpulkan badan-badan usaha yang mau menyumbang. Karena kalau rasio elektronifikasi mau 100%, kita identifikasi ada 1,83 juta rumah tangga yang harus dilistriki. Sementara 500.000 rumah tangga itu tidak mampu bayar biaya sambung listrik,” kata dia.

Dia menegaskan, se lama ini pemerintah memang kesulitan membayar sambung listrik bagi rumah tangga tidak mampu. Hal itu lantaran biaya sambung listrik tidak dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sedangkan biaya sambungan instalasi listrik untuk satu rumah tangga di wilayah Pulau Jawa dibutuhkan dana sebesar Rp500.000 dan untuk di luar Jawa kisaran Rp700.000 hingga Rp1 juta.

Baca Juga: Ayo Buruan Daftar!! PLN Buka Lowongan Kerja Maksimal Usia 45 Tahun

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, hingga semester I-2019 rasio elektrifikasi mencapai 98,81%. Ada pun tar get nya tahun ini rasio elektrifikasi bisa mencapai 99,99%. Menurut dia, terdapat dua mekanisme cara untuk mencapai target rasio elektrifikasi, yakni menyelesaikan sambungan listrik rumah tangga tidak mampu melalui sistem jaringan PLN (on grid) dan pemasangan lampu tenaga surya hemat energi atau LTHSE (off grid).

PLN Bangun PLTS Komunal

PT PLN (Persero) sedang menyiapkan suplai listrik di sejumlah pulau terpencil. Listrik tersebut disediakan di Kabupaten Manggarai Barat. Sedikitnya terdapat empat titik yang disiapkan, yakni untuk Kecamatan Komodo, seperti di Desa Seraya Marannu (Pulau Seraya Besar), Desa Papagarang (Pulau Papagarang) dan Desa Pasir putih (Pulu Messa).

Kemudian Kecamatan Boleng, yakni Desa Batu Tiga (Pulau Boleng). Saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal 190 kWp sudah bisa dialirkan untuk 162 kepala keluarga (KK) di Desa Seraya Maranu, Pulau Seraya Besar. Sementara lain nya masih proses pembangunan. Suplai listrik di pulau-pulau itu menggunakan PLTS (sel fotovoltaik tenaga surya, inverter PV, inverter bidirectional, dan baterai) yang akan beroperasi 24 jam.

Semua material nanti akan diangkut dengan kapal melalui laut dari Jakarta- Labuan Bajo dan berlanjut ke Pulau Seraya. General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Ignatius Rendroyoko mengatakan, sumber pembangkit listrik ini menunjukkan PLN hadir melayani hingga pelosok negeri. Ini sebagai upaya percepatan program Peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) serta peningkatan pembangunan pembangkit listrik EBT (energi baru terbarukan).

oknws.

LEAVE A REPLY