Mengenal Agoraphobia, Ketakutan Terhadap Ruang Terbuka

0
60
Ilustrasi Agoraphobia.
Ilustrasi Agoraphobia.

SURABAYA, Nawacita Agoraphobia adalah suatu gangguan psikologis yang menyebabkan seseorang takut berada di tempat atau situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Penderita agoraphobia biasanya akan menghindari tempat yang membuat mereka merasa terjebak, tak berdaya, panik, malu, atau takut.

Dalam kondisi yang lebih lanjut, keadaan ini akan sangat mengganggu penderita. Biasanya, penderita agoraphobia menyadari ketakutan mereka yang tidak wajar, namun mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk mengatasinya. Akibatnya, para penderita agoraphobia biasanya memiliki masalah dalam berhubungan dengan orang lain, dan dalam pekerjaan atau pendidikan mereka.

Apa saja gejala agoraphobia?

Para penderita agoraphobia biasanya:

  • Takut meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama.
  • Takut sendirian dalam lingkungan sosial.
  • Takut kehilangan kendali di tempat umum.
  • Takut berada di tempat yang membuatnya mudah terperangkap seperti lift atau mobil.
  • Terpisah atau mengasingkan diri dari orang lain.

Baca Juga: Sindrom Trypophobia, Fobia Terhadap Lubang

Agoraphobia biasanya diikuti dengan serangan panik. Penderita agoraphobia dapat mengalami serangan saat mereka masuk ke dalam situasi yang tidak menyenangkan bagi mereka. Serangan panik dapat muncul dengan gejala seperti:

  • Nyeri dada
  • Berdebar-debar
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Gemetar
  • Rasa tersedak
  • Berkeringat
  • Rasa panas pada tubuh
  • Menggigil
  • Mual
  • Diare
  • Baal
  • Sensasi kesemutan

Apa penyebab agoraphobia?

Penyebab pasti agoraphobia masih belum diketahui. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko mengalami agoraphobia, seperti:

  • Fobia lain seperti klaustrofobia dan fobia sosial.
  • Gangguan cemas lain seperti obsessive compulsive disorder (OCD).
  • Riwayat kekerasan fisik atau seksual.
  • Masalah penyalahgunaan zat.
  • Riwayat keluarga

Agoraphobia lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki. Gangguan ini biasa muncul pada usia dewasa muda, dengan rata-rata usia sekitar 20 tahun.

Bagaimana cara mendiagnosis agoraphobia?

Agoraphobia didiagnosis berdasarkan tanda dan gejala. Dokter akan menanyakan gejala Anda, termasuk kapan gejala tersebut muncul dan seberapa sering Anda mengalaminya. Dokter juga akan menanyakan mengenai riwayat pengobatan sebelumnya dan riwayat keluarga Anda. Pemeriksaan laboratorium darah juga mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan lain yang dapat menjadi penyebab keadaan Anda.

Baca Juga: Mengenal Skizofrenia, Gangguan Mental Dengan Perubahan Perilaku

Untuk di diagnosis agoraphobia, seseorang harus mengalami ketakutan atau kecemasan dalam dua atau lebih keadaan berikut:

  • Menggunakan transportasi umum, seperti kereta atau bus.
  • Berada di tempat terbuka, seperti supermarket atau lapangan parkir.
  • Berada di tempat sempit dan tertutup, seperti mobil atau lift.
  • Berada dalam keramaian.
  • Berada jauh dari rumah sendirian.

Bagaimana cara mengobati agoraphobia?

Terdapat beberapa pilihan pengobatan untuk agoraphobia. Sering kali, seseorang membutuhkan kombinasi dari beberapa metode pengobatan.

1. Psikoterapi

Psikoterapi biasa dikenal juga dengan terapi bicara. Terapi ini membutuhkan pertemuan dengan terapis atau tenaga kesehatan jiwa lainnya secara teratur. Pertemuan ini akan memberi kesempatan bagi Anda untuk menceritakan ketakutan dan hal-hal apa saja yang berperan dalam ketakutan Anda. Psikoterapi biasanya dikombinasikan dengan terapi obat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Secara umum, terapi ini merupakan terapi jangka pendek yang dapat dihentikan jika Anda sudah dapat beradaptasi dengan ketakutan dan kecemasan Anda.

2. Metode Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Baca Juga: Waspada Gejala Distimia, Depresi Kronis yang Sering Tidak Disadari

Merupakan metode psikoterapi yang paling umum digunakan bagi penderita agoraphobia. CBT dapat membantu Anda memahami perasaan Anda dan berbagai sudut pandang yang berhubungan dengan agoraphobia. Selain itu, metode ini juga mengajarkan bagaimana menghadapi ketakutan Anda dengan mengganti pikiran-pikiran yang menakutkan dengan pikiran yang membangun.

3. Exposure therapy

Metode lain yaitu exposure therapy membiarkan Anda terpapar langsung dengan rasa takut Anda. Anda akan ditempatkan pada situasi yang Anda takuti. Diharapkan, pada akhirnya rasa takut Anda akan semakin berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

4. Obat-obatan

Beberapa obat dapat digunakan untuk membantu meringankan gejala Anda. Obat-obatan yang dipakai biasanya berasal dari golongan antidepresan dan anti-kecemasan.

5. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup tidak akan mengobati agoraphobia secara langsung, namun mungkin dapat mengurangi kecemasan sehari-hari. Anda dapat mencoba:

  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan produksi zat di otak yang dapat membuat Anda lebih senang dan rileks.
  • Makan makanan yang sehat seperti gandum, sayuran, dan protein agar Anda merasa lebih baik.
  • Berlatih meditasi atau mengatur napas untuk mengurangi kecemasan dan melawan mulainya serangan panik.

Apakah pengobatan di atas bisa menyembuhkan agoraphobia?

Pencegahan terhadap agoraphobia tidak selalu memungkinkan untuk dilakukan. Namun, pengobatan sedini mungkin untuk gangguan cemas atau panik mungkin dapat membantu. Dengan pengobatan, Anda memiliki peluang yang besar untuk menjadi lebih baik. Pengobatan akan menjadi lebih mudah dan cepat jika dimulai lebih awal. Jadi, jika Anda curiga Anda mengalami agoraphobia, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter. Pengobatan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.

hsnws.

LEAVE A REPLY