Kekeringan di Mojokerto Karena Tak Ada PDAM, Wabup: Terkendala Debit Air

0
116
Warga mengambil air di tandon (foto detuk.com)

Nawacita – Para korban kekeringan di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto mengeluhkan tak kunjung masuknya PDAM di kampung mereka. Rupanya penyaluran air ke desa yang dilanda krisis air bersih itu terkendala kecilnya debit air pada tandon PDAM.

Hal itu dikatakan Wabup Mojokerto Pungkasiadi. Menurut dia, tandon air Mojo Lamong milik Pemprov Jatim yang menjadi sumber air bersih bagi PDAM, sejauh ini belum efektif.

“Mungkin debit air di Mojo Lamong masih ada kendala. Tandon di sana punya provinsi, nanti kami bicarakan lagi,” kata Pungkasiadi menjawab keinginan warga Desa Simongagrok untuk berlangganan air PDAM di Kantor Bupati Mojokerto, Jalan A Yani, Rabu (17/7/2019).

Krisis air bersih di Desa Simongagrok terjadi karena minimnya sumber air. Selama ini warga menggantungkan diri kepada pasokan air dari sumur Wslic dan Pamsimas di kampung tersebut. Sayangnya, kedua sumur itu mengering sejak sebulan yang lalu.

Sehingga saat ini warga bergantung pada bantuan air bersih dari Pemkab Mojokerto. Sementara untuk mandi dan mencuci, warga terpaksa menggunakan air Sungai Pereng yang keruh.

Oleh sebab itu, warga ingin berlangganan PDAM agar setiap saat bisa mendapatkan pasokan air bersih dengan mudah. Pasalnya, jaringan pipa air telah terpasang di hampir semua rumah penduduk.

“Jadi nanti saya lihatnya lagi. Warga juga kami dorong supaya mau berlangganan PDAM. Ada subsidi khusus fakir miskin, ada prioritas, CSR-nya masuk ke sana,” terang Pungkasiadi.

Krisis air bersih di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro juga sampai saat ini belum mendapatkan solusi permanen dari Pemkab Mojokerto. Kekeringan rutin terjadi di kampung yang terletak di lereng Gunung Penanggungan ini.

“Kunjorowesi tinggal tiga dusun atau dua dusun sebenarnya Pamsimas sudah ada yang saya tarik hampir satu kilometer. Memang ada dusun yang di atas sendiri saya lupa namanya, itu harus kita carikan solusi terbaik,” tandasnya.

Krisis air bersih saat di Desa Simongagrok dialami 375 jiwa di Dusun Tempuran dan 825 jiwa di Dusun Ngagrok. Selain itu, krisis air bersih juga melanda 750 jiwa di Dusun Sekiping, Desa/Kecamatan Dawarblandong.

Sementara di lereng Gunung Penanggungan, Kecamatan Ngoro, krisis air bersih dialami 520 jiwa di Desa Kunjorowesi, 750 jiwa di Desa Manduro Manggung Gajah, serta 750 jiwa di Desa Kutogirang.

dtk

LEAVE A REPLY