Anggota BPK Harus Miliki Kapasitas Auditing

0
27
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Nawacita – Ada 32 nama calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang lolos seleksi administrasi. Saat ini ke-32 nama tersebut telah diserahkan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sebelumnya, nama-nama tersebut juga sudah diserahkan ke Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Tarkosunaryo
mengatakan dalam kaitan ini 32 nama yang tidak lolos tersebut adalah 4 orang yang memiliki sertifikat kompetensi dibidang auditing, yaitu pemilik sebutan CPA of Indonesia yang merupakan anggota IAPI, yang selama ini telah berkiprah sebagai akuntan publik dan telah berpengalaman sebagai bagian dari tim pemeriksa di BPK.

CPA adalah sebutan yang ditetapkan IAPI berdasarkan ketentuan dalam UU 5/2011 tentang Akuntan Publik yang diatur lebih lanjut dalam PP 20 tahun 2015, sebagai bentuk pengakuan Recognition dari IAPI selaku asosiasi profesi akuntan publik terhadap kompetensi dan kapasitas seseorang dalam bidang auditing/auditor. Hanya orang-orang yang memiliki CPA yang dapat mengajukan permohonan izin Akuntan Publik berdasarkan UU 5/2011.

“Audit Mandatory yang dilakukan oleh BPK adalah audit atas Laporan Keuangan. Tiap tahun BPK harus melakukan audit atas 542 (lima ratus empat puluh dua) Laporan Keuangan entitas Pemerintah Daerah dan 86 (depalan puluh enam) Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga ditambah 1 (satu) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Audit LK adalah pekerjaan terbesar BPK setiap tahun,” katanya, Jakarta, Jumat (12/7/2019)

Bicara soal Audit LK, lanjutnya maka asosiasi profesi yang membidangi auditor laporan keuangan adalah IAPI, sehingga keterwakilan seorang auditor yang memegang sertifikasi CPA (Certified Public Accountant) menjadi salah satu simbol komitmen bagi para pimpinan BPK dalam menerapkan profesionalisme dan menjamin kualitas pemeriksaan.

“Sejak tahun 2009, dua orang pemegang CPA menjadi bagian dari kepemimpianan di BPK, yakni Pak Sapto Amal Damandari yang sempat menjadi Anggota V (Pimpinan AKN V), Anggota II (pimpinan AKN II) dan Wakil Ketua BPK serta Pak Moermahadi yang sempat menjadi Anggota I (pimpinan AKN I), Anggota V (pimpinan AKN V) dan saat ini menjadi Ketua BPK,” imbuhnya.

Saat ini Pak Moermahadi adalah satu-satunya pemegang CPA dari 9 orang BPK (1 org telah meninggal). Dengan berakhirnya masa tugas Pak Moermahadi pada bulan Oktober 2019, praktis tidak satupun pemegang CPA dalam kepemimpinan di BPK. “Oleh karena itu dipandang perlu untuk menggantikan posisi beliau dalam rangka merepresentasikan profesi auditor LK sekaligus menjadi simbol komitmen penjaminan kualitas dalam pelaksanaan audit, khusus audit laporan keuangan,” pungkasnya. (Moh. yaqin)

LEAVE A REPLY